Apalagi AI sering melakukan kesalahan, baik dalam kata kunci khusus yang disarankan atau dalam menyimpulkan pengalaman.
“Kamu harus memeriksa ulang bahwa apa pun yang disarankan oleh alat ini benar-benar merupakan representasi akurat dari keahlian dan latar belakang yang dimiliki,” kata Augustine.
Hal lain yang penting untuk diingat saat menggunakan alat ini adalah kamu bukan satu-satunya orang yang melakukannya. Jadi, pastikan hasilnya benar-benar terdengar unik dan sesuai dengan diri kamu.
Baca Juga: 5 Contoh Menulis Pesan kepada Rekruter di LinkedIn untuk Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan
Augustine bilang, “Anda tidak ingin menjadi orang ke-50 yang memiliki paragraf sangat mirip saat menggambarkan minat pada suatu pekerjaan.”
Selain kamu akan diketahui menggunakan AI, kamu juga akan terlihat tidak otentik dan kurang berusaha. Jadi, pastikan kamu menggunakan AI dengan bijak saat menulis profil di LinkediIn. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Cara Membuat Open to Work di Linkedin Seperti Anies Baswedan
Survei LinkedIn: Pekerja Asia Pasifik Menghadapi Tantangan Besar di Dunia Kerja yang Terus Berubah
Alasan Penting Bagi Manajer Untuk Mengatur Manajemen Waktu dengan Bantuan AI
Kata Bill Gates, AI Akan Gantikan Banyak Pekerjaan Manusia dalam Dekade Mendatang Kecuali yang Satu Ini
Kirim Pesan Suara via LinkedIn ke Rekruter untuk Ucapkan Terima Kasih usai Wawancara Kerja
Ini 15 Perusahaan Terbaik Versi LinkedIn untuk Pengembangan Profesional di Indonesia
Integrasi Meta AI di WhatsApp, Apa Risiko Privasi yang Muncul dan Bagaimana Cara Melindungi Data Kamu?