Asumsi Tidak Tabu Dalam Bisnis yang Profesional. Kapan Bisa Diterapkan dan Memenuhi Prinsip Apa?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 19 Mei 2025 | 11:25 WIB
Asumsi boleh disampaikan asal terbuka untuk diuji. (Freepik)
Asumsi boleh disampaikan asal terbuka untuk diuji. (Freepik)

 

Kapan Asumsi Tidak Bisa Digunakan (atau harus dihindari)

  1. Saat mengambil keputusan penting tanpa data pendukung

Misal: Memecat karyawan berdasarkan asumsi tanpa investigasi. Tindakan ini tidak profesional.

  1. Dalam evaluasi atau penilaian kinerja

Penilaian harus berdasarkan bukti nyata, bukan asumsi subjektif.

  1. Ketika berkomunikasi lintas tim atau dengan atasan

Mengasumsikan orang lain paham atau sepakat tanpa konfirmasi bisa menimbulkan konflik.

  1. Saat menyusun laporan resmi atau legal

Laporan harus berdasarkan fakta, bukan asumsi yang belum teruji.

 Baca Juga: Mempunyai Buyer Persona Itu Penting Untuk Bisnis. Berikut Ini Langkah-Langkah Untuk Membuatnya!

Prinsip Dalam Mengajukan Asumsi

Pada dasarnya, asumsi bisa digunakan jika memenuhi prinsip-prinsip berikut ini:

  1. Transparan: Nyatakan asumsi dengan jelas.
  2. Terbuka untuk diuji: Siap mengubah arah jika data membuktikan asumsi salah. Oleh karena itu perlu adanya questioning assumption atau mempertanyakan asumsi.
  3. Tidak absolut: Jangan jadikan asumsi sebagai dasar satu-satunta dalam keputusan penting.
  4. Didukung logika: Asumsi yang masuk akal lebih bisa diterima walaupun belum ada data.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X