Pejuangkantoran.com - Rasa hormat di tempat kerja telah kembali ke rekor terendah sebesar 37%, setelah sebelumnya terjadi di 2022.
Paling tidak itulah yang dirasakan oleh karyawan di Amerika Serikat (AS), berdasarkan survei yang dilakukan Gallup.
Berdasarkan keterlibatan dan kesejahteraan karyawan, ada ketidakpuasan yang luas di seluruh angkatan kerja.
Keluhannya adalah kurang mengetahui yang diharapkan dari kinerja mereka di tempat kerja, kurang merasa terhubung dengan perusahaan, dan kurang puas dengan pekerjaannya.
Evaluasi kehidupan karyawan juga berada pada tingkat terendah sehingga emosi negatif pekerja tetap tinggi.
Pekerja yang tidak dapat bekerja jarak jauh mengalami tingkat penghormatan terendah.
Baca Juga: 4 Cara Menumbuhkan Budaya Berterima Kasih atas Pencapaian Karyawan, Harus Dimulai dari Atasan
Alasan rasa hormat di tempat kerja penting
Orang bekerja dengan harapan dihormati. Ini adalah syarat agar bisa berkolaborasi dengan rekan kerja dan atasan.
Dalam suasana saling menghormati tersebut, seluruh orang dapat berkomunikasi secara terbuka dan konstruktif.
Sebaliknya, ketidakhormatan merusak hubungan di tempat kerja.
Ketika karyawan melaporkan kurangnya rasa hormat di tempat kerja, kemungkinan besar ada perilaku yang melanggar etika bahkan hukum.
Sebuah studi Gallup pada 2018 menemukan bahwa 90% karyawan yang tidak merasa dihormati di tempat kerja, melaporkan telah mengalami setidaknya satu dari 35 perilaku diskriminasi atau pelecehan dalam 12 bulan terakhir.
Artikel Terkait
Kenali 4 Gaya Komunikasi Pemimpin yang Mungkin Sering Kamu Temui, Hayo... Jangan Baper Dulu!
5 Strategi Pemimpin untuk Mencegah Burnout pada Karyawan, Jadilah Role Model yang Baik
Seorang Manajer Atau Eksekutif Wajib Memahami Value Chain. Berikut Ini Alasan-Alasannya!
Harapan buat Atasan, Kalau Mau Karyawan Andalan Merasa Dihargai dan Nggak Melirik Perusahaan Lain
7 Kebiasaan Remeh yang Bisa Membuat Orang Hebat pun Kehilangan Rasa Hormat dari Rekan Kerjanya