PejuangKantoran.com - Saat ini, memiliki jeda karir bukan lagi hal yang asing. Survei LinkedIn menunjukkan bahwa lebih dari separuh karyawan pernah mengambil jeda dalam karir mereka dan sekitar sepertiga lainnya tertarik untuk melakukannya.
Meskipun begitu, tidak semua orang merasa nyaman mengatakan bahwa dirinya pernah berhenti bekerja sementara, misalnya saat melakukan wawancara kerja. Masih ada kekhawatiran soal stigma atau penilaian negatif dari rekruter mengenai keputusan tersebut.
Faktanya, jeda karir kini telah menjadi bagian yang lumrah dalam perjalanan profesional banyak orang, terutama setelah dua dekade terakhir diwarnai oleh krisis ekonomi dan pandemi.
Baca Juga: Mengenal Profesi Video Game Designer: Seperti Apa Pekerjaan dan Tanggung Jawabnya?
Supaya tetap terlihat profesional saat menjelaskan mengenai cuti karir yang pernah kamu lakukan, berikut beberapa alasan yang bisa kamu sampaikan saat wawancara kerja.
Mengasuh atau merawat keluarga
Jika jeda karir berkaitan dengan tanggung jawab keluarga, sampaikan alasan tersebut secara jujur dan dengan sikap yang tenang.
Sebab, merawat bayi yang baru lahir, orang tua, atau anggota keluarga yang sedang sakit memang memerlukan tanggung jawab besar. Di momen seperti ini, wajar jika kamu mengambil keputusan untuk memprioritaskan keluarga.
Jeda karir dengan alasan ini sebenarnya juga bermanfaat untuk karir. Misalnya, saat mengasuh anak, kamu melatih kemampuan penting seperti mengatur waktu, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan berkomunikasi. Semua itu tentu saja sangat berguna di dunia kerja.
Saat menjelaskan alasan tersebut untuk jeda karir, cukup sebutkan bahwa waktu tersebut dimanfaatkan untuk memberikan dukungan atau merawat anggota keluarga. Nggak perlu malu atau merasa harus menyembunyikan hal tersebut.
Baca Juga: Berbagai Spesialisasi Video Game Designer, dari Pembuat Konsep hingga Project Management-nya
Masalah kesehatan
Jika kamu pernah berhenti bekerja sementara karena kondisi kesehatan tertentu, sampaikan secara bijak. Kamu tidak perlu menjabarkan secara mendetail, cukup sampaikan bahwa waktu tersebut digunakan untuk memulihkan kondisi dan menjaga kesehatan.
Kamu bisa menekankan bahwa proses pemulihan yang dilalui membawa dampak positif, misalnya jadi lebih kuat secara mental, belajar lebih banyak soal manajemen diri, atau menemukan nilai baru dalam hidup.
Jika kondisi sudah stabil atau tertangani, penting juga untuk menunjukkan kesiapan kembali bekerja dengan penuh semangat.
Artikel Terkait
Baru Latihan Adegan Fighting Film 'Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian', Ajil Ditto Sudah Cedera
Jet Lag di Tempat Kerja setelah Perjalanan Bisnis Bikin Tak Fokus! Ini Beberapa Cara yang Bisa Dilakukan
7 Aktivitas Yang Bisa Meredakan Kecemasan di Hari Minggu, Supaya Lebih Siap Menghadapi saat Senin Tiba!
ASN Wajib Lapor Pasangan Resmi ke BKN agar Bisa Mendapatkan Haknya, Bisa Kena Sanksi Jika Mangkir!
Strategi Menjelaskan Career Break karena Tujuan Profesional, Supaya Kamu Terlihat Semakin Berkualitas!
Panduan MAF Training Bagi Pemula Usia 25-45 Tahun Untuk Masa Latihan Selama 4 Pekan
Bukan Lagi “I Hate Monday”, Sekarang Banyak Orang Merasakan “Sunday Scaries”. Apa Itu?