Menariknya, survei Gallup menemukan bahwa 69% perempuan menganggap well-being atau kesejahteraan pribadi menjadi hal paling penting saat mempertimbangkan pekerjaan baru. Sementara hanya 58% pria yang berpikiran sama.
Artinya, perempuan memang lebih fokus pada mencari pekerjaan yang bisa bikin hidup lebih seimbang dan sehat.
Apa artinya tren ini?
Tren “lazy girl job” bukan berarti perempuan jadi malas atau tidak ambisius. Sebaliknya, mereka justru tahu apa yang dibutuhkan dan tidak takut buat mencarinya.
Perempuan tidak mau sekadar bertahan di tempat kerja yang membuat stres, hanya demi terlihat “produktif”.
Baca Juga: 6 Hal yang Diinginkan Gen Z dari Atasan: Berhenti Memberi Stereotip Gen Z sebagai Generasi Malas
Apalagi, sekarang semakin banyak perempuan yang kembali masuk dunia kerja. Bahkan, jumlahnya mencapai rekor tertinggi setelah sempat menurun selama beberapa dekade.
Alasannya mungkin karena sekarang ada lebih banyak pilihan, seperti kerja hybrid atau remote yang lebih fleksibel.
Intinya, fenomena ini bisa jadi awal dari perubahan besar di dunia kerja. Bisa jadi, di masa depan nanti “pekerjaan bagus” bukan cuma soal gaji tinggi, tetapi juga menghargai waktu, kesehatan, dan kehidupan pribadi.
Kalau kamu merasa capek kerja terus tanpa jeda, mungkin ini saatnya untuk mempertimbangkan: Apakah kamu butuh “lazy girl job” juga?
Artikel Terkait
Survei Membuktikan, Karyawan Perempuan Lebih Baik Digaji Rendah Asalkan Bisa Lebih Fleksibel saat Bekerja
Bukan Cuma Cute, Ini 7 Kelebihan Perempuan yang Suka Membaca, Salah Satunya Bisa Lebih Berempati!
Benarkah Dampak Negatif Jika Pacaran dengan Teman Sekantor Lebih Banyak Dialami Perempuan?
Tren Baru: Anak Muda dan Perempuan Dominasi Aktivitas Olahraga di Strava
Wanita Ternyata Menua Lebih Cepat di Usia 30 dan 50 Tahun, Ini Penjelasannya