Tren Lazy Girl Job, Ketika Perempuan Ingin Bekerja Tanpa Terus-Menerus Merasa Kelelahan

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 4 Juli 2025 | 12:05 WIB
Lazy gril job bukan berarti perempuan yang malas bekerja, namun dia jutsru lebih tahu apa yang tepat baginya. (Google Gemini)
Lazy gril job bukan berarti perempuan yang malas bekerja, namun dia jutsru lebih tahu apa yang tepat baginya. (Google Gemini)

Menariknya, survei Gallup menemukan bahwa 69% perempuan menganggap well-being atau kesejahteraan pribadi menjadi hal paling penting saat mempertimbangkan pekerjaan baru. Sementara hanya 58% pria yang berpikiran sama.

Artinya, perempuan memang lebih fokus pada mencari pekerjaan yang bisa bikin hidup lebih seimbang dan sehat.

Apa artinya tren ini?

Tren “lazy girl job” bukan berarti perempuan jadi malas atau tidak ambisius. Sebaliknya, mereka justru tahu apa yang dibutuhkan dan tidak takut buat mencarinya.

Perempuan tidak mau sekadar bertahan di tempat kerja yang membuat stres, hanya demi terlihat “produktif”.

Baca Juga: 6 Hal yang Diinginkan Gen Z dari Atasan: Berhenti Memberi Stereotip Gen Z sebagai Generasi Malas

Apalagi, sekarang semakin banyak perempuan yang kembali masuk dunia kerja. Bahkan, jumlahnya mencapai rekor tertinggi setelah sempat menurun selama beberapa dekade.

Alasannya mungkin karena sekarang ada lebih banyak pilihan, seperti kerja hybrid atau remote yang lebih fleksibel.

Intinya, fenomena ini bisa jadi awal dari perubahan besar di dunia kerja. Bisa jadi, di masa depan nanti “pekerjaan bagus” bukan cuma soal gaji tinggi, tetapi juga menghargai waktu, kesehatan, dan kehidupan pribadi.

Kalau kamu merasa capek kerja terus tanpa jeda, mungkin ini saatnya untuk mempertimbangkan: Apakah kamu butuh “lazy girl job” juga?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Gallup

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X