Etika Kirim Chat Urusan Pekerjaan agar Terkesan Santai, tapi Tetap Profesional

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 10 Juli 2025 | 15:21 WIB
Chatting menggunakan messenger service  untuk urusan pekerjaan, tetap bisa santai namun ada etikanya. (Google Gemini)
Chatting menggunakan messenger service untuk urusan pekerjaan, tetap bisa santai namun ada etikanya. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - Di zaman sekarang, komunikasi di tempat kerja nggak cuma lewat tatap muka atau telepon.

Sekarang ada banyak platform chatting seperti Slack, Microsoft Teams, Google Chat, dan lainnya yang membuat obrolan lebih cepat dan langsung.

Namun, kamu harus tetap hati-hati saat melakukannya karena suasana yang terasa seperti chat pribadi, bisa membuat lupa kalau ini tetap bagian dari komunikasi kerja.

Jadi, penting untuk tetap menjaga etika meskipun berbicara lewat aplikasi.

Berikut ini adalah panduan singkat agar kamu tetap profesional meskipun chatting-nya santai.

  1. Tetap fokus pada topik

Anggap saja saluran chat kerja seperti ruang. Kalau kamu lagi bicara soal proyek A, jangan tiba-tiba membahas gosip atau pekerjaan lain yang tidak nyambung.

Obrolan yang melebar ke mana-mana membuat orang lain susah fokus dan malah membuang waktu.

Baca Juga: Orang yang Lebih Suka Mengirim Chat daripada Menelepon Ternyata Punya Alasan Masuk Akal

  1. Update status kamu

Kalau platform chat kamu punya fitur status (seperti “Sedang Sibuk”, “Available”, atau “Meeting”), manfaatkan itu.

Ini penting supaya orang lain tahu kamu sedang bisa diganggu atau tidak. Begitu juga sebaliknya, agar kamu menghargai status orang lain.

Kalau orang lain sedang memasang status "Do Not Disturb", jangan paksa untuk langsung membalas.

  1. Buat saluran chat dengan bijak

Kalau kamu mau membuat saluran atau grup baru, pikirkan dulu siapa aja yang benar-benar perlu ada di sana? Jangan asal invite semua orang.

Selain itu, beri nama yang jelas—misalnya "Desain Website Juli"—supaya orang tahu topiknya dan tak bingung saluran ini untuk apa.

  1. Tulis pesan singkat dan ramah

Kalau bisa disampaikan dalam 2 – 3 kalimat, kenapa harus menulis paragraf panjang? Simpan penjelasan detail untuk email atau meeting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X