PejuangKantoran.com - Dulu, departemen HR punya tugas merencanakan kebutuhan tenaga kerja, lalu meminta IT membuat atau menyesuaikan sistem yang dibutuhkan. Sekarang, logikanya berubah.
Saat ini muncul tren baru di mana banyak perusahaan menggabungkan HR dan IT di bawah satu kepemimpinan. Hal itu dipicu kecenderungan oleh AI yang mengubah cara kerja secara mendasar, sehingga koordinasi keduanya harus lebih erat.
AI membuat banyak pekerjaan rutin bisa diotomatisasi, sehingga perencanaan harus melibatkan teknologi sejak awal.
Baca Juga: Tren Baru: Perusahaan Gabungkan HR dan IT di Bawah Satu Kepemimpinan, Gimana Ceritanya?
Meskipun beberapa perusahaan sudah membuktikan kesuksesan dari kebijakan menggabungkan HR dan IT, upaya ini bukannya 100% ideal dan tidak menimbulkan kendala.
"Membuat orang berbicara dalam bahasa yang sama adalah bagian tersulit, karena tim IT dan HR itu sangat berbeda," kata Fabio Sattolo, Chief People and Technology Officer dari Covisian.
Menurutnya, tim HR memang cenderung menjadi pendengar yang baik, namun di sisi lain tim IT tidak selalu pandai berbicara.
"Saya ingat seringkali waktu rapat saya harus mengajukan banyak pertanyaan karena mereka tidak saling berbicara," ujarnya lagi.
Untuk membantu tim HR dan IT bekerja sama, Fabio menunjuk orang-orang yang tidak terkait erat dengan kedua disiplin ilmu untuk memimpin tim multidisiplin.
"Ini seperti hakim yang membuat mereka bernegosiasi untuk dapat menemukan solusi yang tepat," ujarnya.
Baca Juga: Jakarta Intercultural School (JIS) Buka Lowongan Kerja Performing Arts Departmental Assistant
Cara kerja berbeda
Bunq adalah contoh perusahaan lain yang menggabungkan HR dan IT dalam satu payung organisasi. Bank online dengan lebih dari 700 karyawan ini meyakini kedua departemen tersebut sama-sama membangun sistem untuk mendukung bisnis.
Targetnya ambisius: 90% operasi otomatis di akhir 2025, tanpa melakukan PHK.
"Di perusahaan mana pun, orang-orang perlu memahami bahwa mereka perlu bekerja dengan cara yang benar-benar berbeda ke depannya," ujar Bianca Zwart, Chief Strategy Officer Bunq.
Artikel Terkait
Jangan Suka Menunjukkan 'Ketawa Karir' saat Menyampaikan Hal Penting di Tempat Kerja
Selalu Kelihatan Sibuk Kerja Nggak Berarti Produktif! Ini 3 Kesalahpahaman Lainnya tentang Produktivitas
Google Tambah Fitur AI Baru di Google Photos dan YouTube Shorts, Bisa Ubah Foto Jadi Video!
Bekerja dengan Atasan yang Lebih Muda? Ini 8 Tips yang Bisa Dilakukan agar Pekerjaan Tetap Lancar
Perubahan Kecil Ini Bisa Membuat Wawancara Kerja Kamu Lebih Berkesan bagi Rekruter. Apa Itu?
Mau Jadi Jutawan? Ini Rahasia Grant Cardone Bangun Kekayaan yang Bisa Kamu Ikuti!
Cuti Bersama 18 Agustus 2025 Resmi Ditetapkan, Saatnya Rencanakan Long Weekend!