Solusi: Berani jadi diri sendiri. Perbedaan pendapat atau selera dengan orang lain justru bisa membuat hubungan lebih nyata.
- Selalu ingin terlihat positif
Siapa yang tidak suka dengan orang ceria? Namun, kalau terus-terusan menjadi orang yang “baik-baik saja”, orang lain bisa merasa kamu tidak tulus.
Kadang, berbagi sisi “buruk” kamu membuat hubungan lebih dekat.
Solusi: Tampilkan diri yang seimbang. Misalnya, jawab jujur kalau lagi lelah, tanpa harus curhat panjang. Itu bisa membuat orang lain juga lebih terbuka.
- Takut ditolak berlebihan
Banyak orang merasa kalau ditolak satu orang aja berarti gagal total. Akhirnya, kamu jadi terlalu waspada, menarik diri, atau overthinking tiap interaksi kecil.
Baca Juga: Dilema Pekerja Perempuan saat Harus Memilih: Mau Disukai atau Dianggap Kompeten?
Solusi: Sadar bahwa tidak mungkin semua orang suka dengan kamu. Bahkan orang paling populer pun pasti ada yang tidak cocok dengannya.
- Bertahan di circle yang salah
Kadang, bukan kamu yang salah, tetapi memang lingkaran sosial yang tidak cocok. Kalau terus dipaksakan, wajar kalau rasanya kamu seperti ditolak terus.
Solusi: Pelan-pelan kurangi interaksi dengan orang atau lingkungan yang membuat kamu lelah. Cari koneksi yang lebih sejalan dengan diri kamu sekarang.
Jadi, merasa tidak disukai memang membuat tidak nyaman, tetapi itu bukan akhir dunia. Kamu tidak perlu terlalu bergantung pada penerimaan orang lain.
Dengan menjadi diri sendiri, justru akan lebih mudah ketemu orang-orang yang klik dengan diri kamu. ***
Artikel Terkait
Bahasa Tubuh yang Paling Tidak Disukai Gen Z dan Milenial, Bikin Mereka Tersinggung Berat!
Jangan Langsung Resign, Ini Cara Bertahan saat Bekerja dengan Rekan Kerja yang Tak Disukai
10 Langkah Mengatasi Konflik dengan Rekan Kerja yang Tak Disukai, Meski Perubahan Tak Langsung Terjadi
5 Cara Jadi Pemimpin yang Disukai Banyak Orang, Khususnya Para Karyawan
Wajar Jika Kamu Ingin Sekali Disukai Rekan Kerja, tetapi Jangan Sampai Memaksakan Diri!