Apa Kata Thomas Alva Edison Tentang Bakat Vs Kerja Keras? Penting yang Mana?

photo author
Sigit Triwahyu, Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:17 WIB
Ilustrasi bagaimana Thomas Alva Edison melakukan berbagai  percoabaan sebelum akhirnya menmukan lampu pijar untuk pertama kalinya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google ID)
Ilustrasi bagaimana Thomas Alva Edison melakukan berbagai percoabaan sebelum akhirnya menmukan lampu pijar untuk pertama kalinya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google ID)

Pejuangkantoran.com - Pernahkah kamu merasa ada rekan kerja yang “jago” dalam pekerjaannya? Entah itu cepat paham, ide-idenya selalu keren, atau punya karisma yang membuat orang lain mudah percaya.

Ini membuat kamu berpikir, “Wajar, sih, dia emang berbakat.”

Namun, apa benar orang-orang seperti itu memang ditakdirkan alias berbakat untuk sukses sejak awal? Baca dulu artikel ini sampai selesai, ya.

Apa itu bakat sebenarnya?

Secara sederhana, bakat bisa dibilang sebagai kemampuan alami yang membuat seseorang lebih mudah unggul dalam hal tertentu. Namun, bukan berarti bakat itu murni bawaan lahir.

Banyak penelitian mengatakan, bakat terbentuk dari campuran antara faktor genetik, lingkungan sosial, ekonomi, dan pengalaman hidup.

Jadi, meskipun seseorang punya potensi alami, kalau tidak dapat kesempatan untuk menyalurkannya, bakat itu bisa saja “sia-sia”.

Misalnya, seseorang mungkin punya kemampuan komunikasi yang hebat, tetapi kalau dia bekerja di lingkungan yang tidak mendukung atau tidak diberi ruang untuk berbicara dan berpendapat, kemampuan itu tidak akan terlihat.

Baca Juga: 8 Bakat Alami Berikut Ini Menunjukkan Bahwa Kamu Bakal Sukses Dalam Dunia Penjualan

Dunia kerja dan “bias kealamian”

Menariknya, di dunia kerja, banyak orang lebih cenderung mengagumi seseorang yang terlihat “alami” dalam pekerjaannya. Termasuk atasan dan rekan kerja.

Fenomena ini disebut bias kealamian, yaitu kecenderungan untuk menilai orang berbakat alami lebih tinggi daripada mereka yang mencapai hasil bagus karena kerja keras.

Padahal, kerja keras dan konsistensi juga bisa membawa hasil yang sama, bahkan lebih besar. Namun, sering kali orang yang terlihat “berbakat” dianggap lebih pantas dipromosikan atau diberi proyek penting.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, Welcome to the Jungle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X