Apa Kata Thomas Alva Edison Tentang Bakat Vs Kerja Keras? Penting yang Mana?

photo author
Sigit Triwahyu, Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:17 WIB
Ilustrasi bagaimana Thomas Alva Edison melakukan berbagai  percoabaan sebelum akhirnya menmukan lampu pijar untuk pertama kalinya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google ID)
Ilustrasi bagaimana Thomas Alva Edison melakukan berbagai percoabaan sebelum akhirnya menmukan lampu pijar untuk pertama kalinya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google ID)

Semua orang punya potensi

Menurut beberapa ahli HR, semua karyawan sebenarnya punya potensi dan bakatnya masing-masing. Ada yang unggul di ide dan inovasi, ada yang kuat di eksekusi dan manajemen waktu, ada juga yang andal membangun hubungan dengan tim.

Contohnya, ada seorang karyawan yang bekerja di bidang transportasi. Dari awal kariernya, dia dianggap “berbeda” karena cara kerjanya yang rapi, energik, dan penuh inisiatif.

Tanpa sadar, hal itu membuatnya lebih sering mendapat perhatian, peluang, dan tanggung jawab baru. Namun, di sisi lain orang sepertinya justru bisa dibebani lebih banyak pekerjaan karena dianggap “bisa semuanya”.

Jadi, apa kuncinya?

Kalau kamu merasa bukan “si paling berbakat” di kantor, jangan kecil hati. Bakat memang bisa jadi modal awal, tetapi bukan satu-satunya kunci sukses.

Menurut Thomas Alva Edison dalam wawancaranya dengan majalah Harper’s Monthly edisi September 1890 menyebutkan bahwa “Genius is 1% inspiration and 99% perspiration.”

Baca Juga: Memahami Seleksi Bakat Skolastik dan Seleksi Substansi dalam Proses Seleksi Beasiswa LPDP

Konteksnya, Edison mengucapkan kalimat itu saat membahas penemuan lampu pijar. Pernyataan yang kemudian banyak dikutip berbaga media itu untuk menekankan bahwa keberhasilan dan penemuan besar bukan terutama hasil dari “inspirasi” atau “bakat alami”, tetapi dari kerja keras, ketekunan, dan eksperimen berulang.

Oleh karena itu, kesempatan, dukungan dari lingkungan, dan kerja keras punya peran besar dalam menentukan sejauh apa kamu bisa berkembang.

Sukses di tempat kerja bukan cuma soal siapa yang punya bakat alias siapa yang paling “natural,” akan tetapi siapa yang mau terus belajar, beradaptasi, dan berani mengambil peluang. 

Karena pada akhirnya, kerja keras yang konsisten bisa menyaingi atau bahkan mengalahkan bakat alami.

Apakah kamu termasuk yang “berbakat alami” atau yang “berjuang keras”? Apa pun itu, selama kamu terus bertumbuh, kamu akan tetap sedang berada di jalur menuju kesuksesan kamu sendiri. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, Welcome to the Jungle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X