Window-Sitting Tidak Selalu Berarti Negatif. Bisa Bermanfaat Positif Jika Mengikuti 7 Panduan Berikut Ini

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 7 November 2025 | 17:45 WIB
Window-sitting atau duduk di dekat jendela bisa menjadi salah satu cara menjaga produktivitas jika dilakukan dengan  benar. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Window-sitting atau duduk di dekat jendela bisa menjadi salah satu cara menjaga produktivitas jika dilakukan dengan benar. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comDuduk di dekat jendela sambil menatap pemandangan di luar dan menyesap kopi, sepertinya situasi yang menyenangkan.

Namun situasi window-sitting seperti ini menjadi istilah yang kurang baik bagi  kamu rutinitas hariannya hanya menunggu, mengerjakan tugas kecil yang tidak terlalu menantang dan tidak terlalu berdampak pada perusahaan maupun diri kamu sendiri.

Mirip orang yang “selow” tidak ada pekerjaan kecuali melamun menatap ke luar jendela.

Padahal jika kamu melakukan window-sitting sesungguhnya, bukan istilah, justru dampak positif yang bisa kamu dapatkan. Ada sejumlah  penelitian yang mendukung hal tersebut.

Seperti yang disampaikan di web site prnewswire.com, sebuah studi yang dipimpin oleh Alan Hedge (Profesor di Departemen Design and Environmental Analysis, Cornell University) menunjukkan bahwa pekerja di kantor dengan “daylit” (cahaya alami yang baik) 84% mengakui mengalami penurunan gejala mata lelah/ketegangan, sakit kepala, dan penglihatan kabur.

Sementara itu riset dari Northwestern University dan University of Illinois at Urbana‑Champaign, seperti yang dikutip oleh workmadewell.com, menunjukkan bahwa pekerja yang memiliki akses ke jendela atau cahaya alami mengalami tidur yang lebih baik.

Tidur mereka rata-rata “46 menit lebih lama” dibanding yang tidak memiliki akses tersebut. Dan mereka yang punya kualitas tidru lebih baik, maka menjadi lebih produktivitas karena tidur yang lebih baik dan performa kerja yang lebih baik.

Baca Juga: Cara Menghindari Window-sitting Agar Tak Membuat Karir Mandeg dan Semangat Kerja Turun

Oleh karena itu, window-sitting atau duduk dekat jendela, jika dikelola dengan benar bisa menjadi sumber energi, inspirasi, dan keseimbangan kerja.

Berikut panduan praktis agar window-sitting menjadi positif alih-alih negatif di lingkungan kantor:

  1. Gunakan cahaya alami sebagai pendukung produktivitas
  • Selain hemat energi, Cahaya alami bisa menjaga suasana kerja lebih hangat.
  • Pastikan arah cahaya tidak menyilaukan layar komputer.
  • Cahaya alami membantu menjaga fokus dan suasana hati, terutama di jam kerja pagi dan siang.
  1. Jadikan momen melihat keluar sebagai “micro-break” yang sehat
  • Gunakan pandangan ke luar jendela untuk istirahat mata setiap 20–30 menit (aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat sejauh 20 kaki selama 20 detik).
  • Alih-alih melamun lama, jadikan pemandangan luar sebagai refresh point agar pikiran kembali jernih dan siap bekerja.
  1. Gunakan area dekat jendela untuk aktivitas reflektif atau kreatif
  • Tempatkan aktivitas brainstorming, membaca, atau merencanakan strategi di dekat jendela. Cahaya dan suasana alami bisa membantu munculnya ide-ide segar.
  • Bisa juga dijadikan area quiet zone untuk pekerjaan yang butuh konsentrasi tinggi.
  1. Tambahkan elemen hijau atau natural
  • Letakkan tanaman kecil, bunga, atau dekorasi alami di sekitar jendela. Ini memperkuat efek positif dari paparan alam dan membantu meredakan stres.
  • Studi menunjukkan dengan adanya “hijau-hijau” di meja kerja dapat meningkatkan fokus dan kebahagiaan karyawan.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Pilih Tanaman di Kantor: Biar Lingkungan Nggak Toxic!

  1. Rotasi tempat duduk secara adil
  • Agar tidak muncul kesan “privilege” atau hierarki, perusahaan bisa membuat sistem rotasi tempat duduk atau “window time” bergiliran.
  1. Perjelas ekspektasi kerja dan hasil
  • Window-sitting menjadi negatif bila tidak ada arah kerja jelas. Pastikan setiap karyawan memiliki target, tanggung jawab, dan umpan balik rutin.
  • Pastikan, posisi duduk dekat jendela tidak menjadi alasan untuk pasif, tapi bagian dari ekosistem kerja yang mendukung performa.
  1. Bangun budaya mindful di kantor
  • Dorong karyawan untuk menggunakan waktu di dekat jendela untuk refleksi singkat, bukan untuk menghindari pekerjaan.
  • Bisa dikaitkan dengan program well-being kantor, misalnya sesi mindful pause, stretching ringan, atau refleksi harian.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: prnewswire.com, Berbagai Sumber, Workmadewell.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X