Fokus: Menjaga diri agar tidak kelelahan emosional.
Latihan:
- Atur Waktu Fokus dan Istirahat
- Terapkan pola 90 menit kerja dan 10 menit istirahat ringan (jalan, peregangan, atau napas dalam).
- Digital Boundary
- Tentukan jam berhenti memeriksa pesan dan email yang terkait dengan pekerjaan (misal: setelah jam 19.00).
- Latihan Relaksasi Harian (5 menit)
- Teknik napas 4-4-4: tarik 4 detik, tahan 4 detik, lalu hembuskan 4 detik.
- Refleksi Jumat:
- Apakah pekan ini aku merasa lebih tenang dan seimbang?
Baca Juga: Contoh Jawaban dari Pertanyaan Emotional Quotient yang Biasa Diajukan saat Wawancara Kerja
Pekan 4: Dukungan Sosial dan Makna Pekerjaan
Fokus: Menguatkan diri lewat hubungan dan tujuan.
Latihan:
- Bangun Koneksi Positif
- Luangkan waktu ngobrol ringan dengan rekan kerja (bukan tentang tugas).
- Beri apresiasi tulus minimal 1 kali/hari.
- Temukan Makna Kerja
- Tuliskan: “Mengapa pekerjaanku penting bagi orang lain?”
- Refleksi Akhir Minggu:
- Bagaimana dukungan sosial membantuku lebih kuat?
- Apa makna baru yang kutemukan dalam pekerjaanku?
Setelah melakukan program ini selama 4 pekan dengan disiplin, coba cermati diri kamu sendiri, apakah kamu mulai merasakan:
- Respon emosional lebih tenang saat stres.
- Fokus meningkat, tidak cepat lelah mental.
- Lebih mudah membangun hubungan positif di kantor.
- Mampu melihat tekanan sebagai bagian dari pertumbuhan profesional.
Jika, iya, maka program ini berhasil dan bisa kamu jadikan habit (kebiasaan). ***
Artikel Terkait
Begini Cara Menyampaikan pada Atasan Ketika Meminta Kenaikan Gaji, yang Penting Jangan Emosi!
Time Management 101, Langkah-Langkah Praktis Mengelola Waktumu Agar Produktif
Inilah Pentingnya Menerapkan Kecerdasan Emosional atau EQ dalam Kepemimpinan Supaya Efektif
Penyebab Atasan Bersikap Pasif-Agresif, Bisa Membuat Karyawan Jadi Bingung dan Stres!
Realita Beratnya Menjadi Seorang Manajer Madya, Antara “Membela” Atasan atau Tim
Ketika Menghadapi Tekanan Pekerjaan di Lingkungan Kantor, Terapkan Emotional Resilience !