4 Komponen Paket Pesangon yang Perlu Dinegosiasikan, Antara Lain Lump Sum atau Dicicil

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 30 Desember 2025 | 22:08 WIB
Ilustrasi: Jika berniat menerima paket pesangon, negosiasikan jumlah pesangon, skema pembayaran, hingga klausul nonkompetisi. (Freepik)
Ilustrasi: Jika berniat menerima paket pesangon, negosiasikan jumlah pesangon, skema pembayaran, hingga klausul nonkompetisi. (Freepik)

Pembayaran sekaligus (lump sum) atau cicilan. Pertimbangkan dampak dari setiap jenis pembayaran buat kamu nantinya, mana yang lebih nyaman buat kamu, dan negosiasikan kalau kamu lebih memilih salah satunya.

Penggunaan cuti berbayar. Pastikan apakah sisa cuti kamu bisa diuangkan atau bisa digunakan sebelum tanggal terakhir bekerja. Jangan sampai hak ini terlewat begitu saja.

Klausul nonkompetisi. Beberapa perusahaan menyertakan klausul larangan bersaing dalam paket pesangon mereka. Klausul ini tidak mengizinkan karyawan untuk bekerja pada perusahaan kompetitor selama periode tertentu.

Baca Juga: TVRI Memegang Hak Siar Piala Dunia 2026, Seluruh Laga yang Dipertandingkan Bisa Ditonton hingga Pelosok

Jadi, negosiasikan klausul ini kalau kamu ingin mendapatkan pekerjaan di bidang yang sama.

Ketiga, terimalah keadaan baru dengan sikap positif. Pengunduran diri sukarela bukan sesuatu yang memalukan, baik di mata keluarga, teman, maupun calon pemberi kerja.

Kebanyakan karyawan justru antusias mengambil paket pesangon tersebut. Yang penting, kamu siap dengan rencana ke depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Muse, Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X