• Mengirim surat rekomendasi yang ditujukan secara umum. Surat rujukan terkadang bisa ditulis untuk khalayak luas tanpa menyebutkan nama tertentu.
• Mengirim email ke perusahaan besar dengan banyak departemen. Di perusahaan di mana struktur organisasinya tidak didefinisikan dengan jelas, kalimat itu memastikan pesan kamu sampai ke departemen yang tepat.
• Mengirimkan pertanyaan umum untuk prospek bisnis. Kalimat itu menjadi titik kontak awal kalau kamu menghubungi perusahaan untuk peluang bisnis tetapi tidak tahu siapa yang harus dituju.
Intinya, frasa ini berguna ketika penerima surat memang bersifat anonim atau tidak spesifik. Dalam kondisi seperti itu, kalau kamu memaksakan menyebut nama tertentu biasanya malah bisa salah alamat.
Beda halnya kalau kamu menulis email pada seseorang yang berpotensi punya hubungan jangka panjang dengan kamu, seperti calon atasan, rekruter, atau mitra kerja.
Kalau situasinya seperti ini, mencari nama penerima surat sifatnya wajib. Kalau kamu belum menemukan nama orangnya, lebih baik sebutkan jabatannya.
Contohnya, “Dear Hiring Manager” atau “Dear Executive Editor” rasanya lebih personal dibanding “To Whom It May Concern.” Penggunaan istilah itu menunjukkan kamu setidaknya memahami struktur organisasi dan posisi yang dituju.
So, kalimat pembuka ini masih bisa dipakai, tapi dengan konteks yang tepat. Atau, jadikan saja pilihan terakhir kalau memang tidak ada cara lain untuk mengidentifikasi penerima surat.
Artikel Terkait
Masuk Gedung Kok Harus Tinggalin KTP? Praktik Umum yang Ternyata Berisiko Bocorkan Data Pribadi
Wage Penalty, Ketika Ada Perbedaan Upah Bukan Karena Prestasi Kerja. Ini yang Harus Dilakukan Pekerja!
Punya Background Atlet Combat, Randy Pangalila Harus Tahan Ego saat Main di Series 'Algojo'
Tabungan Karier atau Career Capital Penting Sekali di Era dengan Perubahan Teknologi yang Sangat Cepat Ini
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia Buka Lowongan Kerja Sebagai Sopir, Kontrak Tetap
BTS World Tour 2026–2027: Jakarta Jadi Salah Satu Kota Tujuan, Catat Tanggalnya!
CNN Indonesia Kalah di Mahkamah Agung, Pekerja Menang Telak dalam Sengketa Upah dan PHK