Kapan Harus 'Move On' setelah Tidak Ada Kabar dari Wawancara Kerja yang Kamu Jalani?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 9 Februari 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi: Berapa lama harus menunggu kepastian dari HRD bahwa kamu diterima bekerja atau tidak? (Freepik/Wiroj Sidhi Soradej)
Ilustrasi: Berapa lama harus menunggu kepastian dari HRD bahwa kamu diterima bekerja atau tidak? (Freepik/Wiroj Sidhi Soradej)

PejuangKantoran.com - Salah satu bagian paling melelahkan dalam proses melamar pekerjaan adalah hal-hal yang terjadi di luar kendali kita sebagai pencari kerja. 

Kita bisa saja berhasil melewati sistem seleksi awal, menjawab pertanyaan wawancara dengan baik, dan meninggalkan kesan positif. Namun setelah itu, tidak ada kabar apa pun. Rasanya kayak di-ghosting pacar, dan ini bisa bikin frustrasi tersendiri.

Semakin lama tidak ada respons, semakin besar pula pikiran kita lari ke mana-mana. Apakah perusahaan masih mempertimbangkan gaji? Apakah mereka masih mewawancara kandidat lain?

Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Paham, 6 Poin Alasan Penting CV Magang Harus Berbeda dari CV Umum

Bisa jadi juga perusahaan sedang membekukan program perekrutan, mengalami keterbatasan anggaran, atau restrukturisasi organisasi. Atau, yang paling meresahkan, apakah lamaran kita sudah tidak dipertimbangkan sama sekali?

Menurut para pakar karier, salah satu alasan paling umum dari tidak adanya kabar adalah praktik ghosting. Sama kayak dalam relationship, dalam proses rekrutmen ini berarti pihak perusahaan atau perekrut tidak lagi memberikan respons, tanpa penjelasan apa pun.

Pada beberapa kasus, tidak adanya kabar memang menandakan bahwa kandidat tidak lolos seleksi. Untuk wawancara tahap awal, seperti wawancara melalui telepon, tidak semua perusahaan memberikan umpan balik kepada setiap kandidat.

Phyllis Hartman, pendiri perusahaan konsultan sumber daya manusia PGHR Consulting, menyebutkan bahwa keterbatasan waktu dan sumber daya sering menjadi alasan. 

"Mereka mungkin tidak menanggapi setiap orang yang menelepon. Beberapa perusahaan memang tidak mampu melakukan itu. Mereka tidak memiliki cukup personel atau waktu (untuk membalas telepon/chat)," katanya.

Namun situasinya berbeda jika kandidat telah berinteraksi langsung dengan manajer perekrutan dan meluangkan waktu untuk datang ke wawancara. Dalam kondisi tersebut, Hartman menilai sudah sepantasnya perusahaan memberikan kabar, baik hasilnya positif maupun negatif.

Baca Juga: 8 Series Baru Vidio untuk 2026: Unggulkan Arya Saloka, Angga Yunanda, hingga Baskara Mahendra

Memberikan informasi adalah bentuk penghargaan terhadap waktu dan upaya yang sudah dilakukan kandidat untuk mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja.

Berapa lama harus menunggu?

Sayangnya, praktik ghosting masih sering terjadi. Akibatnya, banyak pencari kerja merasa kecewa dengan keseluruhan proses rekrutmen. Sebuah survei CareerBuilder pada tahun 2017 terhadap 4.500 pekerja menunjukkan bahwa lebih dari setengah pencari kerja menilai perusahaan kurang baik dalam mengelola ekspektasi pelamar selama proses perekrutan.

Meski demikian, para ahli menyarankan agar kandidat tetap bersikap profesional, meskipun perusahaan menunjukkan sikap sebaliknya. Kandidat sebaiknya mengambil peran aktif dengan mengirimkan email tindak lanjut yang sopan dan terukur, saran seorang mantan manajer perekrutan, Josh Doody.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X