Cara Lain Mengucapkan 'Hope All is Well' dalam Bahasa Inggris agar Email-mu Lebih Efisien?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 31 Maret 2026 | 18:33 WIB
Ilustrasi: Bagaimana cara menyampaikan kalimat sapaan yang lain untuk pengganti "Halo, hope all is well with you"? (Freepik/Raw-pixel)
Ilustrasi: Bagaimana cara menyampaikan kalimat sapaan yang lain untuk pengganti "Halo, hope all is well with you"? (Freepik/Raw-pixel)

PejuangKantoran.com - Saat menegur seseorang yang sudah lama tidak ditemui melalui email atau Whatsapp, biasanya kita akan berbasa-basi dengan kalimat, "Halo, gimana kabarnya? Semoga sehat-sehat saja, ya!" atau "Hope all is well" atau "I hope you’re doing well".

Sama kayak chat sama pacar yang cuma bilang "Lagi apa?" atau "Sudah makan?', kalimat pembuka email ini sebenarnya membosankan banget. Tapi, kita masih saja menyapa dengan kalimat tersebut karena nggak kepikiran pakai sapaan yang lain.

Menurut pakar manajemen tempat kerja, Nancy Roberts, salam pembuka tersebut sudah terlalu sering dipakai sampai-sampai kita seperti nggak niat menulisnya.

Baca Juga: Pemeran Lara Croft, Sophie Turner, Cedera saat Syuting Serial 'Tomb Raider' di Inggris

Selain membosankan, Nancy menganggap kalimat sapaan itu memberi kesan sok tahu. Kita seolah-olah menganggap orang tersebut memang sedang baik-baik saja, padahal kita nggak benar-benar bertanya.

 

Cara alternatif bilang "Hope all is well"

Supaya email kamu nggak terasa membosankan dan lebih berwarna, kamu bisa mencoba beberapa alternatif kalimat pembuka yang lebih kreatif tapi tetap terlihat profesional.

"How are things going with you?"
Meski terdengar umum, pertanyaan ini memberikan kesempatan bagi penerima email untuk menceritakan hal-hal yang penting bagi mereka secara pribadi, bukan cuma soal kerjaan.

"Hi Andrew, long time, no talk."
Kalimat sapaan yang santai ini menunjukkan kalau kamu memang sudah sering berkirim pesan dengan si penerima. Ini juga bisa jadi cara halus untuk menghargai waktu dan perhatian yang mereka berikan ke kamu. Setelah berbasa-basi, barulah kamu menanyakan hal lain, misalnya soal perkembangan proyek.

Baca Juga: Toko Ritel Cotton On Tepis Kabar akan Menutup Toko-toko Mereka di Asia, Cek Di Sini Faktanya!

"How was your weekend?"
Menanyakan kegiatan lawan bicara selama libur bisa memberi mereka kesempatan untuk menceritakan hal-hal seru atau menarik yang mereka lakukan. Sapaan ini juga bikin obrolan di email jadi lebih akrab dan positif. Kamu juga bisa tanya gimana kesan mereka soal liburan terakhirnya.

"I know you're busy, so I'll keep it quick."
Nah, salam pembuka ini cocok buat kamu yang nggak mau basa-basi karena sejak awal kamu dan si penerima tahu bahwa kalian sama-sama terlibat dalam proyek besar. Jadi, cara ini juga menunjukkan kalau kamu menghargai waktu dan beban kerja mereka. 

"Hi Tania, I’m sure you’re very busy but I’d love to run something by you."
Menurut Nancy, ini cara yang bagus untuk memberi sentuhan personal meski kamu nggak kenal orangnya. Kalimat ini menunjukkan kalau kamu menghargai waktu mereka yang berharga.

"How is life since (acara yang kamu hadiri bersama)?"
Mengingatkan lawan bicara soal terakhir kali kalian bertemu langsung bisa membantu dia mengingat siapa kamu atau dari mana kalian saling kenal. Kalau momen pertemuan itu berkesan, si penerima pesan biasanya bakal punya kesan positif dan lebih terbuka saat membaca isi pesanmu. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Metro.co.uk, Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X