7 Kalimat Andalan Orang yang Selalu Bilang Sibuk untuk Bikin Orang Lain Merasa Nggak Penting

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 6 Juli 2026 | 19:36 WIB
Ilustrasi: Orang yang selalu bilang sibuk ingin memberi kesan bahwa dirinya paling penting. (Freepik/People Creations)
Ilustrasi: Orang yang selalu bilang sibuk ingin memberi kesan bahwa dirinya paling penting. (Freepik/People Creations)

Kalimat ini bikin chat di WA group jadi kaku seperti urusan bisnis. Rasanya kita harus menghubungi asisten mereka dulu cuma buat nongkrong bareng. Mereka biasanya punya waktu, tapi kamu sengaja tidak dijadikan prioritas. Tipe seperti ini juga suka datang ke acara kumpul-kumpul cuma 15 menit, lalu pamit dengan heboh karena alasan ada acara lain.

"Memangnya kamu nggak bosan?"

Kalau kamu bilang weekend nanti cuma mau santai di rumah bersama anabul, mereka bakal bikin kamu merasa bersalah karena nggak pergi ke mana-mana. Buat mereka, diam di rumah saja tanpa aktivitas hanya dilakukan orang-orang nggak penting.

Baca Juga: Hati-hati, Ini Kebiasaan Kerja yang Berisiko Memicu Keguguran di Trimester Pertama Kehamilan

"Aku tuh nggak bisa diam orangnya."

Orang sibuk juga paling suka bilang begini. Memang ada orang yang dasarnya aktif karena bawaan fisik atau stres. Tapi kalau mereka mulai bersih-bersih rumah secara impulsif saat kamu sedang bertamu untuk santai, aktivitas itu akhirnya jadi beban kamu juga. Kamu jadi terpaksa ikut membantu padahal kamu sudah lelah.

"Saking sibuknya, aku sampai kurang tidur."

Budaya kerja keras (hustle culture) bikin kita kayak ikut perlombaan siapa yang tidurnya paling sedikit. Kurang tidur dianggap sebagai validasi bahwa mereka sukses menjadi orang yang produktif. Padahal, kebiasaan pamer kurang tidur ini sebenarnya tanda mereka tidak bisa membagi waktu sehingga melelahkan diri sendiri.

Menghadapi orang yang suka busy bragging memang bikin kesal. Kalau kamu mulai mendengar kalimat-kalimat andalan orang yang selalu bilang sibuk ini, lebih baik abaikan. Fokus saja melakukan apa yang menyenangkan dan baik untuk kesehatan mental dan fisik kamu sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Your Tango, LinkedIn

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X