7. Senang sibuk terus
Ada yang suka membuat jadwal seketat mungkin agar tidak membuang-buang waktu. Namun, banyak juga yang tidak melakukannya.
Orang yang memprioritaskan pekerjaan daripada aspek lain dalam hidup, membuat dirinya percaya bahwa terus-menerus sibuk itu baik. Kemungkinan ini cara dia memberi makan ego mereka untuk selalu mencapai sesuatu.
Namun, selalu sibuk dapat mengakibatkan kelelahan dan penurunan produktivitas. Kamu jadi sulit untuk fokus dan menyelesaikan tugas saat merasa kewalahan dan terbebani.
Baca Juga: 3 Pertanyaan untuk Menentukan Siapa Dirimu Sebenarnya, Bukan karena Pekerjaanmu
8. Manajemen waktu hanya bisa diperbaiki satu kali
Manajemen waktu yang baik, seperti memprioritaskan, membuat rencana, dan menaatinya, membutuhkan waktu dan upaya untuk dikembangkan dan dipelihara agar efektif.
Strategi manajemen waktu harus ditinjau dan disesuaikan secara rutin karena banyak faktor yang memengaruhi kemampuan untuk mengatur waktu secara efektif.
Misalnya, perubahan dalam pekerjaan atau komitmen pribadi, perubahan dalam tujuan dan prioritas, serta perubahan dalam beban kerja.
Ingat, manajemen waktu adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan upaya dan perhatian terus-menerus agar berhasil. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Etis Nggak Sih, Kalau Kita Resign Setelah Dapat THR? Ini Aturan dan Tipsnya!
Daftar Wanita Terkaya di Dunia 2023, Bos L'Oreal Ada di Posisi Puncak 3 Tahun Berturut-turut
Siapa Françoise Bettencourt Meyers, Perempuan Pebisnis Terkaya di Dunia?
340 Ribu Jutawan Tinggal di Sana, New York Jadi Kota Terkaya di Dunia
BPOM RI soal Indomie yang Ditarik di Taiwan: “Produk Mi Instan Aman Dikonsumsi”
Susah Tidur Lagi Setelah Terbangun di Malam Hari? Gini Cara Supaya Gampang Tidur Lagi!
Erick Thohir Cawapres Idaman Publik, Kalahkan Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno