PejuangKantoran.com - Jangan salah paham, LinkedIn sebenarnya sudah membantu banyak orang untuk memiliki jaringan yang lebih luas. Bahkan, tidak sedikit yang mendapatkan pekerjaan dari sini.
Namun, sebaiknya kamu tidak berlebihan menggunakan LinkedIn karena ternyata banyak profesional yang memiliki hubungan tidak sehat dengan platform ini.
Hindari terlalu lama scrolling, bahkan melihat dan membandingkan pencapaian karirmu dengan orang lain. Itu tidak perlu kamu lakukan.
Ini sama saja seperti kamu melihat unggahan orang-orang di Instagram. Saat kamu melihat kehidupan—dalam hal ini pekerjaan—orang lain yang "sempurna", secara tidak sadar kamu lebih mudah untuk merasa rendah diri.
Baca Juga: Geoffrey Hinton, The Godfather of AI yang Menyesal dengan Teknologi Ciptaannya Sendiri
LinkedIn disalahgunakan menjadi seperti Instagram
Platform yang tadinya tempat orang berbagi informasi mengenai pekerjaan, sekarang ini menjadi tempat orang berbagi pencapaian, promosi, penghargaan, dan penerimaan master dan doktor mereka.
Seseorang akan didorong untuk membangun citra diri yang sempurna seperti halnya di Instagram. Semakin bagus pendidikan dan pekerjaan seseorang, maka akan semakin sukses dinilai orang lain.
Jika kamu cenderung mengukur harga diri berdasarkan prestasi atau kesuksesan akademik, maka melihat hal ini di LinkedIn dapat membuatmu merasa khawatir atau tidak yakin tentang posisi karir yang dimiliki saat ini.
Memang, tekanan punya karir—atau paling tidak—pekerjaan yang “sukses” tidak hanya terjadi di media sosia. Keluarga atau lingkungan juga bisa membuatmu merasa tertekan.
Namun, tekanan di media sosial tidak ada hentinya. Selama kamu masih menggunakan smartphone, selama itu pula kamu bisa merasakan tekanannya.
Wajar jika berprestasi dengan baik dalam karir dan akademik bisa membuatmu merasa superior. Apalagi jika bagian lain dari hidupmu tidak secemerlang itu.
Baca Juga: Siap-Siap, Jam Masuk Kantor di Jakarta akan Dibagi Jadi 2 Sesi
Jadi, jika kamu merasa dalam pekerjaan tidak juga ada yang bisa dibanggakan, maka kamu akan merasa semakin terpuruk karena melihat "semua orang" berhasil di LinkedIn.
Artikel Terkait
Ari Irham Terkesan Berakting bareng Aktor Berkebutuhan Khusus di Angel: Kami Semua Punya Mimpi
Merry Riana Beberkan yang Bikin Film Angel: Kami Semua Punya Mimpi Relate Banget dengan Kita
Pendaftaran dan Registrasi Online Rekrutmen Bersama BUMN Ditunda 11 Mei 2023!
Rangkaian Kegiatan Penobatan Raja Charles III dan Keluarga Kerajaan Akhir Pekan Ini
Volvo PHK 1.300 Karyawan Demi Efisiensi Sumber Daya dan Optimalisasi Biaya
Selamat Hari Jumat, Ini Persiapan Wajib Usai Kerja Agar Weekend Kamu Lebih Menyenangkan
“Indonesia’s Sweetheart” Syifa Hadju dan Rizky Nazar Bertemu Lagi di The Princess & The Boss
Dirjen HAM Tanggapi Isu Karyawati Cikarang Harus Staycation untuk Perpanjang Kontrak
Pemprov DKI Bakal Non Aktifkan 200 Ribu KTP, Dukcapil Sebut Tak Berarti Warga Tak Punya Identitas