9 Cara Membangun Kepercayaan bersama Tim Jika Kamu Jadi Manager Baru

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 27 Juli 2023 | 15:22 WIB
Ilustrasi: Manager baru perlu tahu cara membangun kepercayaan bersama tim yang dipimpinnya. (Freepik/Tirachardz)
Ilustrasi: Manager baru perlu tahu cara membangun kepercayaan bersama tim yang dipimpinnya. (Freepik/Tirachardz)

PejuangKantoran.com - Banyak pemimpin baru yang menerima tekanan untuk membuktikan kemampuan dirinya, sehingga terkadang meremehkan pentingnya membangun kepercayaan dalam timnya.

Padahal, kepercayaan adalah dasar setiap hubungan yang sukses, baik hubungan pribadi atau profesional. Namun, hal ini membutuhkan usaha dan waktu.

Oleh karena itu, setiap pemimpin baru perlu mencari cara untuk membangun kepercayaan dalam tim, seperti disarankan pelatih kepemimpinan dan karir Dr. Nazan Artun:

Baca Juga: Atasan Memberikan Kenaikan Jabatan tanpa Kenaikan Gaji, Apa Alasan Perusahaan Melakukannya?

1. Bangun kepercayaan diri

Kepercayaan diri sangat penting untuk mempercayai orang lain. Karena pemimpin yang meragukan diri sendiri, akan menimbulkan ketidakpercayaan pada niat dan keputusan tim yang dipimpin.

Kamu mungkin akan terpicu jika ada anggota tim yang menantang perspektif darimu atau memberikan umpan balik yang konstruktif.

Jika ini terjadi, jangan berhenti percaya dengan diri sendiri dan tim. Buatlah poin kebaikan anggota tim dan beri mereka kesempatan untuk dipercaya.

2. Beritahukan tujuan dan visi jangka panjang milikmu

Tekankan komitmenmu untuk membangun lingkungan kerja yang positif dan mendukung tim secara profesional. Lalu, bersikaplah transparan tentang tujuan dan visi untuk tim sehingga mereka memahami alasan di balik semua tindakanmu.

Kejujuran dan transparansi adalah landasan kepercayaan. Jadilah pemimpin yang terbuka tentang apa yang terjadi dalam organisasi, jujur tentang kesalahan, dan siap untuk bertanggung jawab.

Menyembunyikan fakta atau menyimpan rahasia dari anggota tim hanya akan menimbulkan keraguan dan ketidakpastian.

3. Bicara melalui tindakan, bukan hanya kata-kata

Menurut konsep tentang komunikasi emosi, yang dikembangkan oleh profesor psikologi Albert Mehrabian, ada aturan bernama 7-38-55. Artinya komunikasi dilakukan 7% melalui kata-kata yang diucapkan, 38% melalui nada suara, dan 55% melalui bahasa tubuh.

Baca Juga: Quite Quitting Cocok untuk Kaum Rebahan yang Tidak Berniat Menjadi Pemimpin di Perusahaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X