"They don't know how to overcome the situation. Film ini ingin membuat siapapun penontonnya bisa terbantu untuk melanjutkan hidup karena hidup tidak harus berhenti di sini.
"Ketika berhenti di sini, kita harus kuat dan bisa melanjutkan kehidupan kita sebaik-baiknya!" papar perempuan yang masuk daftar Forbes Asia 30 Under 30 tahun 2022 ini.
Selain bertindak sebagai pemeran dan produser, Prilly juga dengan bangga mengumumkan jika ia juga bertindak sebagai kepala pemasaran dan promosi setiap proyek Sinemaku Pictures.
"Kebetulan saya bertindak sebagai chief promotion dan marketing-nya. Menurut saya, strategi khusus setiap projek itu harus dilakukan. Treatment setiap projek tidak bisa sama.
Baca Juga: Pelajaran Lain dari Barbie: Prinsip Hidup Ken yang “Nyeleneh” dan Pentingnya Work-Life Balance
"Dari segi marketing, kita baru bisa baca market dan melihat kekuatan konten ketika kita tahu USP-nya (Unique Selling Proposition) apa? Dan salah satu USP Ketika Berhenti di Sini adalah relatable," kata Prilly.
Semua orang pernah merasakan kehilangan. Semua orang tahu bagaimana sedihnya rasa kehilangan. Rasa kehilangan adalah satu-satunya hal yang pasti.
Jadi, menurut Prilly strategi marketingnya adalah lebih dekat dengan market, mengangkat cerita-cerita yang nyata (tentang kehilangan).
Prilly menyebut salah satu materi promosi Sinemaku adalah social experiment di mana mereka mendatangkan teman-teman yang memang pernah mengalami kehilangan.
Lalu, tim Sinemaku mengajak mereka untuk bercerita dengan situasi yang sudah ia bangun senyaman mungkin, lalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada psikolog supaya teman-teman ini bisa bercerita soal kehilangan mereka.
"Market yang menontonnya kemudian bisa merasakan dan mengambil pelajaran dari materi promosi tersebut!" tukasnya.
Begitu fokusnya Prilly memikirkan strategi pemasaran dan promosi film terbarunya itu, ia menyebutkan ide dan konsep promosi sudah disiapkan dan mulai digarap sebelum syuting film dimulai.
Baca Juga: 8 Departemen di Kantor yang Bisa Menerima Karyawan Disabilitas Secara Full Time
Setiap materi konten pasti sudah dipikirkan apa value-nya, nilai apa yang bisa diambil dari materi promosi. Jadi, tidak asal bikin atau asal posting. Semua sudah benar-benar direncanakan bahkan sebelum syuting film.
"Jadi, jujur saya baru kali ini seneng banget melihat orang menangis.
Artikel Terkait
Usia Berapa Sebaiknya Menerima Vaksin HPV Agar Punya Respons Kekebalan Terkuat?
5 Kalimat yang Sebaiknya Dihindari Manajer Baru untuk Meraih Kepercayaan Anggota Tim
Jenis Roti Ini Ternyata Bikin Lonjakan Gula Darah, Hindari Kalau Kamu Ingin Punya Perut Rata!
Ekspektasi Gaji yang Kamu Minta saat Wawancara Kerja Terlalu Besar, Diterima atau Tidak?
Siap-Siap, Kenaikan Gaji PNS Akan Diumumkan Sebentar Lagi! Kira-Kira akan Naik Berapa Persen?
Rencanakan Liburanmu di Travel Fair Sebulan Ini, Ada yang Total Diskonnya sampai 80%!