Survei tersebut menemukan bahwa 28% mengatakan bahwa mereka pernah menulis “secara berlebihan” untuk meningkatkan peluang mendapat pekerjaan.
Sekitar 10% mengakui bahwa mereka melangkah lebih jauh dengan memasukkan informasi palsu, sementara 20% hanya "meningkatkan" keahlian mereka di resume.
Saran terbaik dari pakar karir
Sally memberikan saran terbaik untuk membuat resume yang “sempurna”, yaitu dengan tidak membuatnya tampak indah.
Baca Juga: Lebih dari 55% Orang Mengaku Pernah Berbohong dalam CV. Apa 8 Kebohongan Terbesar di Resume?
“Memasukkan informasi palsu bukanlah ide yang baik karena sering kali kamu mendapatkan pekerjaan dan kemudian tidak dapat melakukan tugas yang seharusnya bisa dilakukan,” katanya.
Sebaiknya, tulis saja kalau kamu bisa menjadi pembelajar yang cepat dan terbuka untuk mempelajari hal-hal baru, jika keahlianmu tidak memenuhi kriteria yang diinginkan perusahaan.
Lalu, jangan malas perbarui resume setiap saat sehingga kamu tidak perlu menunda mengirimkannya ke perusahaan yang ingin dilamar.
Terakhir, pastikan resume jelas dan ringkas, serta mudah dibaca oleh rekruter. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
3 Hal yang Bikin Dwi Sasono Terkesan dengan Pendekatan Sutradara Losmen Melati The Series
4 Cara Merencanakan Keuangan Buat Generasi Sandwich Bisa Merdeka Finansial
Polusi Udara di Mana-mana, Andrea Dian dan Jennifer Bachdim Pilih 'Adaptasi' Olahraga
X (Twitter) Menghapus Foto yang Diunggah selama 2011 – 2014, Bikin Pengguna Geram!
Cara Mencegah Akun Google yang Sudah Tidak Aktif agar Tidak Dihapus oleh Google
5 Peringkat Zodiak Paling Pintar, baik dari Kecerdasan Otak maupun Kecerdasan Emosional