kubikel

Menurut Survei, Manajer Perekrutan Suka Berbohong. Ini Cara untuk Mengetesnya!

Selasa, 5 September 2023 | 09:30 WIB
Ilustrasi: Ketahui cara untuk mengetes kebohongan tim perekrutan yang sangat tegas saat interview kerja. (Freepik/pressfoto)

Selain itu, berhati-hatilah terhadap penyataan yang menyebut bahwa karyawan mereka tidak merasa frustrasi. Respons yang ambigu dan tidak spesifik sama memprihatinkannya dengan tidak adanya respons sama sekali.

Jika seorang manajer benar-benar penuh perhatian dan proaktif mengenai kekhawatiran karyawannya, dia tidak akan kesulitan memberikan contoh spesifik.

Manajer perekrutan tidak hanya harus menyiapkan contoh, tetapi juga harus antusias mendiskusikan langkah-langkah yang telah diambil untuk memperbaikinya.

Diskusikan mengenai perkembangan karir

Untuk menemukan kebohongan tentang pertumbuhan karir, kamu bisa bertanya, "Bisakah Bapak/Ibu menjelaskan beberapa contoh spesifik pertumbuhan karir yang dialami beberapa karyawan dalam satu tahun terakhir?"

Hal ini penting ditanyakan karena beberapa manajer perekrutan sering berbohong mengenai peluang pertumbuhan karir karyawan.

Dalam studi “Career Growth Or Stalled Progress”, Leadership IQ menemukan bahwa hanya 23% karyawan yang selalu berpikir bahwa mereka memiliki peluang pelatihan untuk mendorong pertumbuhan dan kemajuan karir.

Lalu, hanya ada 19% karyawan yang melihat jalan untuk memajukan karirnya di perusahaan tempat mereka menjadi karyawan saat ini.

Dengarkan jawaban dari manajer perekrutan mengenai pertumbuhan, pelatihan, atau kemajuan karir yang dialami oleh karyawan.

Perhatikan apakah penjelasannya spesifik atau tidak? Apakah kamu mendengar tentang karyawan A yang baru meningkatkan posisinya, atau karyawan B yang memimpin gugus tugas, atau karyawan C yang baru mendapat promosi?

Baca Juga: Yang Mau Tahu Cara Membuat Drop Down List di Microsoft Excel, Kumpul Sini!

Jika penjelasannya tidak sespesifik itu, kemungkinan manajer tersebut tidak mengetahui, tidak peduli, atau memang tidak ada peluang untuk pertumbuhan dan kemajuan karir di perusahaan tersebut.

Satu hal yang perlu kamu ingat adalah tidak ada pekerjaan sempurna yang bebas dari frustrasi, atau benar-benar mendukung semua impianmu dalam karir.

Namun, dengan mengetahui apakah manajer perekrutan yang mewawancaraimu berterus terang atau tidak, ini bisa membantumu terhindar dari “jebakan” bekerja di perusahaan yang salah. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini