kubikel

Ingin Jadi Orang yang Terlihat Pintar di Mata Orang Lain? Coba Lakukan 3 Cara Ini!

Jumat, 3 November 2023 | 14:00 WIB
Ilustrasi; Ada tiga karakteristik orang pintar yang sebenarnya bisa dipelajari. (Freepik/Benzoix)

PejuangKantoran.com - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pintar bisa berarti tiga hal, yaitu pandai, cakap; cerdik, banyak akal; mahir (melakukan atau mengerjakan sesuatu).

Jadi, terlihat pintar bukan hanya berarti memiliki prestasi atau pernah memenangkan penghargaan. Tetapi bagaimana cara mengetahui apakah seseorang—atau dirimu sendiri—termasuk orang pintar?

Menurut Ruth Schimel, PhD, seorang konsultan manajemen karir dan kehidupan, ada tiga karakteristik orang yang terlihat pintar di mata orang lain:

Baca Juga: Tiket Konser Ed Sheeran di Jakarta Sudah Mulai Dijual, Satu Kategori Sudah Sold Out!

• People sense, atau pemahaman tentang orang lain.
• Akal sehat atau penilaian yang baik terhadap hal-hal praktis.
• Pembelajaran atau pengetahuan akademis, studi dan praktik.

Dengan mengetahui tiga karakteristik tersebut, kamu jadi tahu bahwa terlihat pintar buat orang lain ternyata bisa dipelajari jika kamu mau belajar.

Bagi kamu yang ingin terlihat pintar di mata orang lain, berikut cara mengembangkan masing-masing dari tiga karakteristik tersebut.

1. Pahami orang lain

Orang-orang pintar belajar bahwa memahami orang lain bergantung pada pemahaman diri sendiri terlebih dahulu. Hal ini mencakup emosi, asumsi, kebutuhan, dan preferensi dirimu.

Perhatikan apa yang dikatakan oleh tindakanmu tentang dirimu sendiri. Misalnya, mengapa dan bagaimana kamu melakukan sesuatu.

Keingintahuan tentang diri sendiri berkontribusi pada kesadaran dan komitmen untuk bertindak demi kepentingan dirimu. Hal ini akan menghasilkan pemahaman dan pandangan ke depan yang akan membantumu menghindari kesalahan.

Baca Juga: Srimulat: Hidup Memang Komedi, Angkat Perjuangan Gepeng dan Kawan-Kawan Meraih Popularitas

Pemahaman dan pandangan jauh ke depan ini juga bisa mempersiapkanmu untuk memahami dan menghargai orang lain, entah itu kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, serta minat dan keinginan mereka.

Belajar dan mau berbagi pendapat akan menghindarkan dirimu terjebak dalam siklus yang mementingkan diri sendiri.

Memberi dan menerima, khususnya saat berbicara dengan orang lain, merupakan fondasi untuk mengembangkan rasa saling pengertian dan empati.

Halaman:

Tags

Terkini