Menjawab pertanyaan PejuangKantoran.com pada talkshow tersebut, art therapist Adi Chandra mengatakan bahwa profesi art therapist memang profesi sepi peminat.
"Ini karena seni tidak seperti bidang ilmu lainnya yang semua orang bisa mengerti," kata art therapist Adi Chandra, kelahiran Jakarta pada 1990 ini.
Di Indonesia, lanjut art therapist Adi Chandra, orang yang berminat menggeluti profesi art therapist, jarang sekali.
"Saya memulai memulai profesi art therapist dari psikologi," tutur art therapist Adi Chandra, alumnus Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, Jakarta ini.
Art therapist Adi Chandra menambahkan bahwa di Indonesia, belum ada bidang ilmu khusus yang mendalami art therapist.
Negara tetangga Indonesia yakni Singapura memiliki sekolah bidang art therapist tapi bukan bidang penanganan secara klinis.
Cuan dari profesi art therapist
Selanjutnya, art therapist Adi Chandra mengatakan pesannya untuk anak muda yang ingin berprofesi sebagai art therapist.
Pertama, untuk bekerja sebagai art therapist, seseorang mesti punya social service.
"Social service ini adalah art therapist perlu membuka diri terhadap isu-isu lingkungan, isu-isu sosial," kata art therapist Adi Chandra.
Dengan kemampuan membuka diri, seorang art therapist, kata art therapist Adi Chandra, terbantu dalam melakukan approach atau pendekatan kepada klien atau komunitas.