kubikel

Art Therapist, Profesi Sepi Peminat dengan Cuan Memikat

Minggu, 5 November 2023 | 12:23 WIB
Art therapist Adi Chandra sebagai pembicara di Art Festival 2023 menyebut profesi art therapist bisa menjadi sandaran penghasilan cuan. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

Menjawab pertanyaan PejuangKantoran.com pada talkshow tersebut, art therapist Adi Chandra mengatakan bahwa profesi art therapist memang profesi sepi peminat.

"Ini karena seni tidak seperti bidang ilmu lainnya yang semua orang bisa mengerti," kata art therapist Adi Chandra, kelahiran Jakarta pada 1990 ini.

Di Indonesia, lanjut art therapist Adi Chandra, orang yang berminat menggeluti profesi art therapist, jarang sekali.

"Saya memulai memulai profesi art therapist dari psikologi," tutur art therapist Adi Chandra, alumnus Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, Jakarta ini.

Managing Director PT Faber-Castell Indonesia Yandramin Halim pada pembukaan Art Festival 2023 di Senayan City, Jakarta, 1 November 2023 (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

Art therapist Adi Chandra menambahkan bahwa di Indonesia, belum ada bidang ilmu khusus yang mendalami art therapist.

Negara tetangga Indonesia yakni Singapura memiliki sekolah bidang art therapist tapi bukan bidang penanganan secara klinis.

Cuan dari profesi art therapist

 

 

Talkshow di Art Festival 2023 pada 3 November 2023 berjudul (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

Selanjutnya, art therapist Adi Chandra mengatakan pesannya untuk anak muda yang ingin berprofesi sebagai art therapist.

Pertama, untuk bekerja sebagai art therapist, seseorang mesti punya social service.

"Social service ini adalah art therapist perlu membuka diri terhadap isu-isu lingkungan, isu-isu sosial," kata art therapist Adi Chandra.

Dengan kemampuan membuka diri, seorang art therapist, kata art therapist Adi Chandra, terbantu dalam melakukan approach atau pendekatan kepada klien atau komunitas.

Halaman:

Tags

Terkini