Hampir setengah dari pekerja berusia 18 – 29 tahun mengatakan bahwa mereka merasa lebih lelah dibandingkan dengan 40% rekannya yang berusia 30 tahun ke atas. Sementara 46% perempuan melaporkan tingkat kelelahan yang lebih tinggi daripada 37% laki-laki.
Baca Juga: Yenny Wahid Ingatkan Pesan Rasulullah untuk Memilih Pemimpin dari Hati seperti Ganjar-Mahfud
Seperti yang Erwin bilang, banyak orang merasa bahwa memiliki teman kerja dapat membantu mengatasi perasaan kesepian. Namun, sebenarnya manfaat teman kerja bisa lebih dari itu.
Selain mencegah burnout, pertemanan di tempat kerja dapat meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas, dan bahkan dapat bermanfaat bagi kesehatan, khususnya kesehatan mental.
Memiliki teman akrab di tempat kerja berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik, pengalaman traumatis yang lebih sedikit, dan bahkan berpotensi membuatmu lebih panjang umur.
Teman kerja tidak hanya menjadi sumber dukungan emosional, terutama di lingkungan kerja yang penuh tekanan, tetapi juga meringankan beberapa tekanan kerja sehari-hari.
Baca Juga: Pakar Hukum Tata Negara: Pelengseran Presiden Sudah Memenuhi Unsur Konstitusi
Sekadar beristirahat dan berjalan-jalan saat istirahat makan siang dengan teman kerja bisa sangat mengurangi perasaan negatif yang muncul akibat burnout, bahkan bisa meningkatkan kepuasan kerja secara keseluruhan.
Menunggu-nunggu bertemu teman di tempat kerja, juga bisa membuat hari kerjamu yang panjang menjadi lebih ringan. Percayalah. (Elga Windasari)