1. Tugas dan pekerjaan
Meskipun Engineer dan Analyst menggunakan pengetahuan masing-masing untuk memecahkan masalah, tugas mereka berbeda.
Engineer mengembangkan solusi dengan menciptakan produk atau proses baru. Mereka juga meneliti masalah, mengidentifikasi solusi, dan kemudian merancang produk atau sistem yang mengatasi masalah tersebut.
Sementara tugas Analyst melibatkan penelitian dan pengumpulan data. Mereka mempresentasikan temuan kepada para pemangku kepentingan dan berkomunikasi dengan anggota tim tentang proyek tersebut.
Mereka tidak bisa merancang produk, tetapi dapat menyarankan solusi berdasarkan informasi yang diterima.
Perbedaan Engineer dan Analyst yang utama adalah pekerjaan Engineer menghasilkan produk jadi, sedangkan Analyst memberikan dukungan setelah proyek selesai.
2. Persyaratan melamar kerja
Untuk menjadi Engineer, pelamar memerlukan gelar sarjana di bidang teknik dari program yang terakreditasi. Setelah mendapatkan gelar, mereka harus mendapatkan lisensi untuk melakukan praktik teknik.
Lalu, jika ingin melamar sebagai Analyst, maka pelamar memerlukan gelar sarjana di bidang yang relevan, seperti matematika, ilmu komputer, atau fisika. Beberapa Analyst juga mengejar gelar master untuk memperdalam ilmunya.
Baca Juga: Sayang, 4 Beasiswa Ini Jarang Dilirik. Padahal Benefitnya Selangit, Ada yang Sekalian Umrah Pula!
3. Lingkungan kerja
Engineer biasanya bekerja di lingkungan kantor atau laboratorium. Namun, mereka juga mungkin menghabiskan waktu di lokasi konstruksi sehingga dapat mengamati kemajuan proyek dan memastikan bahwa desain mereka diimplementasikan dengan benar.
Beberapa Engineer melakukan perjalanan ke lokasi yang berbeda untuk mengevaluasi struktur yang ada dan menentukan cara memperbaikinya.
Berbeda dengan Analyst yang biasanya bekerja di kantor, tetapi mungkin sesekali mengunjungi fasilitas klien untuk mengumpulkan data untuk laporan.