PejuangKantoran.com - Sebuah perusahaan yang ingin membangun dan mempertahankan tenaga kerja yang kuat, umumnya memiliki divisi Talent Management dan Talent Acquisition.
Seringnya, Talent Management dan Talent Acquisition dianggap sebagai divisi yang sama. Meskipun terdengar serupa, keduanya sebenarnya mengacu pada dua aspek berbeda dalam proses perekrutan.
Memahami perbedaan antara Talent Management dan Talent Acquisition sangat penting kalau perusahaan ingin merekrut talenta terbaik dan membangun tim yang dapat mendorong kesuksesan perusahaan.
Baca Juga: Efek Gas Rumah Kaca, Tantangan untuk Bumi Lestari
Berikut adalah perbedaan antara Talent Management dan Talent Acquisition:
Talent Management
Divisi yang bertugas melakukan proses berkelanjutan untuk mengembangkan keterampilan, manajemen kinerja, dan mempertahankan karyawan di seluruh perusahaan.
Divisi ini mengembangkan keterampilan karyawan baru dan karyawan lama, yang memastikan kinerja mereka akan selaras dengan struktur organisasi dan tujuan perusahaan secara keseluruhan.
Beberapa tugas utama mereka, yaitu:
• Menerima karyawan baru dengan menjadwalkan tugas dan check-in di hari pertama
• Melakukan analisis kesenjangan keterampilan dan menjadwalkan program pelatihan
• Merancang struktur organisasi perusahaan dan mendefinisikan tanggung jawab setiap posisi
• Mempersiapkan rencana untuk kebutuhan perekrutan di masa depan
• Melatih karyawan yang berpotensi tinggi dan memberikan program pelatihan karyawan
• Membangun rencana perekrutan dan menyukseskannya
• Membimbing, memberi penghargaan, dan mempromosikan karyawan
Baca Juga: Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Ngaku Sempat Sulit Keluar dari Karakternya
Mengapa Talent Management penting bagi perusahaan?
Divisi ini membantu perusahaan untuk lebih melibatkan karyawan dan mencegah sering terjadinya pergantian karyawan. Jika strategi Talent Management sukses, maka perusahaan akan merasakan dampak positif berikut ini:
• Mampu mengidentifikasi kandidat internal untuk mengisi posisi kunci
• Terjadinya peningkatan retensi melalui penjenjangan karir karyawan
• Menimbulkan semangat kerja agar karyawan tetap termotivasi
• Bisa melatih dan mengembangkan karyawan untuk membantu mereka mencapai potensi penuh mereka
Artikel Terkait
Tidak Ada yang Positif dengan Toxic Positivity, Ini Bahayanya Kalau Perusahaan Mendukungnya
Karyawan Muda Dihadapkan pada Pilihan Kerja Hybrid atau Kerja Senin-Kamis, Apa Pilihan Mereka?
Ini Cara Jawab Pertanyaan HRD saat Wawancara Kerja, "Apa Kelemahan Kamu?"
Apakah Boleh Pelamar Keberatan Langsung Ditelepon oleh HRD? Wajarkah Jika HRD Balik Marah?
Art Therapist, Profesi Sepi Peminat dengan Cuan Memikat
Cara HRD Menghubungi Pelamar Sebaiknya Melalui Email, Chat, atau Telepon?
Jangan Keliru, Ini Beda HRD dengan Talent Management dan Talent Acquisition