kubikel

Ini Jobdesk Engineer dan Analyst, Sama-Sama Bekerja dengan Data tapi Beda Fokus

Jumat, 24 November 2023 | 17:01 WIB
Ilustrasi: Apa perbedaan Engineer dan Analyst? Apa sebenarnya jobdesk mereka? (Freepik/Mindandi)

Mereka juga dapat menghadiri rapat dengan para eksekutif untuk mendiskusikan tujuan dan strategi bisnis.

4. Keterampilan yang harus dimiliki

Keduanya menggunakan keterampilan pemecahan masalah dalam pekerjaannya.
Baik Engineer maupun Analyst perlu memiliki keterampilan teknis untuk melakukan pekerjaannya.

Baca Juga: Kembali Garap Film Horor, Fajar Nugros Mengangkat Mitos Bahu Laweyan di Film Ratu Sihir

Namun, jenis keterampilan teknis yang dibutuhkan berbeda di antara kedua profesi tersebut.

Misalnya, jika Engineer membutuhkan desain sirkuit, matematika tingkat lanjut, sistem linier dan analisis, serta skema kelistrikan, maka Analyst membutuhkan analisis statistik, manajemen basis data, dan pemrograman komputer.

Engineer menggunakan keterampilan komunikasi miliknya untuk membuat laporan penelitian, berhubungan dengan Engineer lain, dan mengembangkan cetak biru untuk produk mereka. Namun, mereka belum tentu berinteraksi dengan pelanggan.

Berbeda dengan Analyst yang membutuhkan keterampilan interpersonalnya karena kemungkinan besar akan berinteraksi dengan orang lain setiap hari saat menjelaskan temuan mereka.

Baca Juga: Nggak Janjian Nulis 'Jalan Pulang', Yura Yunita dan Donne Maula: Lagu Ini Sudah Seperti Jalan Tuhan

Gaji Engineer dan Analyst

Di Indonesia, rata-rata gaji seorang Engineer adalah Rp4.384.912. Namun, di Jakarta gaji seorang Engineer bisa mencapai Rp6.232.004 per bulan.

Sementara di perusahaan tertentu, seperti PT McDermott Indonesia, gajinya bisa sampai Rp12.257.258.

Sementara Analyst, gajinya sedikit lebih tinggi yaitu, Rp5.891.506. Untuk Analyst di Jakarta, gajinya juga lebih tinggi, yaitu Rp7.285.488 per bulan.

Kamu lebih tertarik menjadi Engineer atau Analyst? (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini