kubikel

'Lazy Girl Job', Fenomena Baru di Dunia Kerja yang Dipopulerkan Gen Z, Benarkah Hanya untuk Pemalas?

Selasa, 28 November 2023 | 15:40 WIB
Ilustrasi: Mengapa fenomena lazy girl job dibilang sebagai pekerjaan orang yang malas/ (Freepik/Stockking)

Menyamakan kedudukan perempuan di tempat kerja. Perempuan cenderung mengambil peran sebagai pengasuh anak, yang dapat menyulitkan mereka untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.

"Lazy girl job" ini dapat menawarkan perempuan cara untuk mencari nafkah tanpa harus mengorbankan komitmen keluarga mereka.

Baca Juga: 10 Pekerjaan Baru yang Menjanjikan Berkat Lahirnya Teknologi AI, Ada yang Minat?

Jadi, simpulannya…

Fenomena "lazy girl job" ini merupakan tanda perubahan zaman. Orang-orang tidak mau lagi mengorbankan kehidupan pribadi demi karir. Di saat banyak orang ingin memiliki semuanya, "lazy girl job" menawarkan cara untuk melakukannya.

Jika saja pemberi kerja mau mendengarkan apa yang disuarakan oleh para Gen Z ini, tenaga kerja yang lebih berkelanjutan dan adil bagi semua orang bisa tercipta.

Faktanya, banyak pekerja "lazy girl job" yang menggunakan pekerjaan utama mereka sebagai penopang dasar, sambil membangun usaha sampingan dan sumber pendapatan alternatif.

Itu artinya pelaku “lazy girl job” ini bukannya malas, melainkan memiliki lebih banyak hal yang dapat dikontribusikan di luar deskripsi pekerjaan dasar mereka.

Baca Juga: Dana Darurat Berapa yang Harus Dipersiapkan Biar Hidup Tenang dan Sejahtera?

Melalui fenomena ini Gen Z berani menunjukkan diri mereka untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif demi mencapai lebih banyak kepuasan dalam hidup. Hal yang seharusnya mulai dilakukan oleh semua generasi. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini