PejuangKantoran.com - Jangan keburu senang kalau kamu udah masuk tahap nego gaji dan offering.
Kebanyakan orang, sering kali berpikir kalau setelah diberi tahu bisa dapat kerjaan, nego gaji saat offering seringkali dilupakan.
Namun, tunggu dulu. Bagaimana dengan gaji yang ditawarkan? Apakah sudah memenuhi UMR atau UMP atau UMK yang ditetapkan? Coba nego gaji saat offering.
Baca Juga: Cara Membuat Worksheet Manajemen Waktu untuk Menyelesaikan Pekerjaan Tepat Waktu
Apakah nominalnya sudah sesuai dengan gaji di perusahaan serupa atau jangan-jangan lebih rendah?
Itulah mengapa kamu harus bernegosiasi mengenai gaji saat ditawarkan pekerjaan oleh rekruter. Jangan menganggap kamu seperti tidak tahu terima kasih karena “sudah ditawari pekerjaan, tetapi gajinya malah dinego”.
Asal kamu tahu, menegosiasikan gaji merupakan hak calon pekerja. Lagipula, ada empat manfaat yang akan kamu rasakan jika melakukannya, yaitu sebagai berikut.
1. Tawaran awal mungkin lebih rendah dari standar
Sangat membantu jika kamu tahu tawaran gaji yang diberikan padamu, apakah sudah sama dengan standar industri dan juga sesuai dengan lokasi geografismu. Jika gajinya kurang dari rata-rata, jangan ragu bernegosiasi untuk mendapatkan nominal yang sesuai.
Baca Juga: Kenapa Kamu Mengantuk Setelah Makan? Ini Jawabannya!
2. Gaji sekarang berdampak pada penghasilan jangka panjang
Gajimu tentu saja akan bertambah seiring berjalannya waktu, tetapi salah satunya ditentukan dari gaji yang saat ini akan kamu terima.
Jadi, jika kamu bernegosiasi untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi sekarang, maka kemungkinan besar gajimu akan bertambah dalam jangka panjang.
Kenaikan gaji yang kecil di awal pekerjaan—akibat negosiasi yang kamu lakukan—akan berujung pada kenaikan gaji yang lebih tinggi dan bonus tahunan yang lebih besar. Bahkan, ini bisa menentukan gajimu pada pekerjaan berikutnya.