PejuangKantoran.com - Mungkin kamu bertanya-tanya, memangnya bolehkah negosiasi gaji saat ditawari pekerjaan? Tentu saja boleh. Namun, tentu saja sebaiknya tidak asal saat melakukannya.
Negosiasi gaji justru memberikan manfaat. Salah satunya, kamu bisa mendapatkan gaji yang sesuai karena mungkin gaji yang ditawarkan masih di bawah rata-rata.
Lalu, bagaimana cara negosiasi gaji dengan rekruter saat proses lamaran kerja? Berikut tips yang bisa diikuti.
1. Riset gaji dulu
Sebelum memulai negosiasi, kamu perlu riset gaji dulu. Pertumbuhan upah saat ini kuat, tetapi melambat. Jadi, meski tingkat upah masih lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi, tetapi belum kembali seperti sebelum pandemi.
Dengan riset gaji (kamu bisa browsing melalui website riset gaji atau bertanya pada teman-teman), kamu tahu standar gaji pekerjaan yang kamu lamar. Apakah gaji yang ditawarkan sudah sesuai atau belum.
2. Tunjukkan antusiasme
Negosiasi gaji menentukan langkah selanjutnya dalam karirmu, jadi tunjukkan antusiasmemu terhadap pekerjaan yang dilamar dan perusahaan tempatmu akan bekerja.
Jelaskan apa yang direncanakan untuk dibawa ke meja negosiasi jika perusahaan ingin mempekerjakanmu. Berikan penjelasan bagaimana kamu bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan secara keseluruhan.
Gunakan bahasa yang berpusat pada “kita” untuk menunjukkan bahwa kamu berorientasi pada tim. Gambarkan bagaimana kamu juga akan berperan pada kesejahteraan perusahaan.
Diskusikan bagaimana kamu yakin perusahaan dapat membantumu mencapai ambisi diri. Ekspresikan keinginan tulus untuk tumbuh bersama perusahaan sebagai karyawan jangka panjang.
3. Jelaskan mengapa kamu meminta sesuatu
Negosiasi gaji mungkin akan terbantu jika menjelaskan mengapa kamu meminta gaji yang lebih tinggi, atau tunjangan yang lebih besar. Misalnya, kamu ingin gaji pokoknya lebih tinggi karena rata-rata industri jauh lebih tinggi dari tawaran yang kamu terima.
Memberikan konteks di balik permintaan akan membantu atasan lebih memahami kebutuhan dirimu dan memperhalus percakapan.