kubikel

Cara Cerdik Bisnis Kuliner Minus Boros Duit tapi Malahan Bikin Banyak Cuan

Selasa, 5 Desember 2023 | 13:23 WIB
Foto ilustrasi chef atau juru masak memotong daging sapi australia. Profesi chef atau juru masak bukanlah profesi dengan pencapaian instan. Butuh waktu 10 tahun menjadi chef terbaik. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

PejuangKantoran.com - Bisnis kuliner di masa kini seperti cendawan atau jamur di musim hujan.

Bisnis kuliner sekarang marak dan banyak dan diharapkan malahan bikin banyak cuan.

Tak bisa disangkal, bisnis kuliner yang bikin banyak cuan lekat dengan profesi chef atau juru masak.

Chef adalah penentu cita rasa dan kualitas makanan yang pada akhirnya dijual ke pembeli.

Foto ilustrasi seorang chef atau juru masak perempuan mengolah daging sapi australia. Gen Z atau Generasi Z yang ingin jadi chef, ingat profesi chef bukan profesi instan karena ada waktu 10 tahun untuk jadi chef terbaik. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

Profesi chef kini menjadi salah satu peminatan banyak orang termasuk Gen Z atau Generasi Z.

"Padahal, coba waktu tahun 1989, siapa yang mau jadi chef?" kata Chef Vindex Tengker, Kamis pekan lalu, di tengah-tengah penjurian National Butchery and Cooking Competition 2023 berbahan baku daging sapi australia oleh Meat & Livestock Australia atau MLA di Raffles Hotel Jakarta.

Sesi lomba oleh MLA itu juga berisi kemampuan para chef memotong daging sapi australia secara tepat dan benar.

Ilustrasi rangkaian pisau pemotong daging sapi pada lomba kuliner. Prinsip utama, jangan membawa pisau yang tidak tajam ke turnamen memasak kuliner. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

Sementara, pengasah pisau Katto menjadi produk pengasah pisau-pisau dari PT Katto Asa Indonesia untuk lomba oleh MLA ini.

Para chef, selanjutnya, memotong bagian-bagian daging semisal tenderloin, sirloin, maupun rib eye yang juga disebut premium cut.

"Daging-daging sapi dari bagian tenderloin dan sirloin potongan premium cut bagus untuk steak atau kebab," ujar Chef Vindex Tengker.

Tak cuma itu, di dalam lomba oleh MLA itu, ada juga potongan daging sapi australia dari secondary cut atau potongan kedua atau potongan sekunder yang kelasnya satu level di bawah premium cut.

Daging sapi australia maupun daging sapi lokal Indonesia dari secondary cut atau potongan kedua atau potongan sekunder ada di bagian sengkel atau paha, kaki, bagian tengah, buntut, dan lain sebagainya.

Halaman:

Tags

Terkini