kubikel

7 Ciri Orang yang Mudah Dimanipulasi, Antara Lan Mudah Kasihan pada Orang Lain

Selasa, 5 Desember 2023 | 16:56 WIB
Ilustrasi: Di tempat kerja, orang yang mudah dimanipulasi akan merasa tidak enak kalau tidak membantu pekerjaan orang lain, padahal dia sendiri kerepotan. (Pexels/Khwanchai Phanthong)

PejuangKantoran.com - Di sekitar kita banyak orang yang suka memanipulasi untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Caranya dengan berbohong, menyalahkan orang lain, mempermalukan, atau gaslighting orang lain.

Biasanya, orang tidak tahu bahwa mereka sedang dimanipulasi karena hal itu dilakukan dengan cara yang menyembunyikan niat si manipulator. Mereka menggunakan pengaruhnya untuk tujuan yang buruk, dengan mengorbankan orang lain.

Baca Juga: Cara Cerdik Bisnis Kuliner Minus Boros Duit tapi Malahan Bikin Banyak Cuan

Penelitian menunjukkan, ada beberapa ciri orang yang mudah dimanipulasi. Hal ini biasa terjadi karena orang ini punya hubungan dekat dengan pelaku. Mereka saling mengetahui keinginan, kebutuhan, dan kelemahan masing-masing. 

Meski begitu, tidak semua orang bisa dimanipulasi dengan mudah. Mereka yang bersikap tegas dan memiliki batasan, tidak akan membiarkan orang lain dengan mudah memanfaatkan dirinya.

Lalu, seperti apa ciri orang yang mudah dimanipulasi? Berikut beberapa di antaranya.

1. Tidak menetapkan batasan

Orang yang tidak memiliki batasan yang jelas, biasanya merupakan ciri orang yang mudah dimanipulasi. Bayangkan dirimu sebagai sebuah negara yang memiliki perbatasan. Jika tidak memiliki perbatasan, semua orang dari negara lain bisa masuk kapan saja.

Jika kamu manusia yang tidak memiliki batasan, maka orang lain bisa dengan seenaknya memberikan kewajiban dan tugas atau melakukan tindakan sesukanya padamu tanpa perasaan.

2. Tidak mempertahankan batasan yang kamu miliki

Secara teori, kamu mungkin memiliki batasan. Namun, dalam praktiknya kamu merasa sangat sulit untuk melakukannya.

Baca Juga: Taste atau Cita Rasa Asam, Asin, dan Manis pada Menu Kuliner Indonesia, Ini Fungsinya

Contohnya seperti ini: Kamu berkata pada diri sendiri, "Aku tidak nyaman pergi ke tempat ramai. Aku nggak mau pergi kalau diajak."

Namun, saat teman-teman mengajakmu ke tempat ramai dan kamu tidak enak menolaknya, akhirnya kamu melanggar batasan yang dibuat.

Di dunia kerja contohnya bisa seperti ini: Kamu sering menggantikan pekerjaan rekan kerja yang tidak masuk. Kamu sebenarnya merasa keberatan, tetapi karena dia memohon bantuan dan mengatakan akan membalasnya, akhirnya kamu tetap membantunya.

Halaman:

Tags

Terkini