PejuangKantoran.com - Karyawan yang suka bergosip atau selalu meremehkan pencapaian orang lain merupakan salah satu tanda karyawan red flag yang paling umum terjadi.
Namun, karyawan yang merasa insecure dengan dirinya sendiri adalah salah satu tipe kepribadian yang paling sulit untuk diajak bekerja sama dan juga merupakan tanda karyawan red flag.
Menurut profesor dari Harvard Business School, Ranjay Gulati, hati-hati jika ada tanda karyawan red flag seperti ini dalam perusahaan, karena dapat menciptakan budaya kerja yang toxic.
Baca Juga: Menolak Undangan Perayaan Natal Tak akan Membuat Tuan Rumah Tersinggung. Ini Alasannya!
Tanda karyawan red flag yang harus diwaspadai
Ada beberapa tanda ketika rekan kerja merasa insecure, yang akan membuatnya sering menilai dirinya secara negatif sekaligus jadi suka mengkritik orang lain.
Hal itu bisa membuat si karyawan red flag ini berperilaku yang merugikan, seperti merendahkan orang lain untuk membuat dirinya terlihat lebih penting, atau membuat orang lain disalahkan atas suatu kegagalan.
Berikut adalah tiga tanda karyawan red flag paling umum dari orang yang merasa insecure di tempat kerja, menurut Ranjay:
• Membandingkan diri dan bersaing dengan orang lain.
• Mencari persetujuan dan pujian terus-menerus dari rekan kerja atau atasan mereka.
• Memanjakan diri dengan mengorbankan diri sendiri.
Semua perilaku ini adalah bentuk validasi eksternal, yang dibutuhkan oleh orang yang sangat tidak percaya diri untuk meredakan keraguan akan kemampuannya sendiri.
Sebagai contoh, orang yang merasa insecure mungkin terlalu kompetitif dengan rekan kerja untuk mendapatkan tugas penting atau untuk mendapatkan pujian dari atasan.
Dengan mendapatkan tugas penting atau dipuji atasan, dia tidak lagi merasa dirinya adalah karyawan terburuk dalam tim. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.
Orang yang merasa insecure juga memiliki mentalitas korban sehingga mengkhawatirkan untuk diajak bekerja sama.
Ranjay memperingatkan, karyawan seperti ini tidak memiliki akuntabilitas pribadi dan sering menyalahkan orang lain atas kegagalan atau kesalahannya, sehingga sulit bekerja sama dengannya.