PejuangKantoran.com - Riset terkini dari Stanford University California Amerika Serikat menyebut perusahaan bisa siapkan 6 fasilitas ini demi mencegah pekerja kantoran atau pejuang kantoran mengalami stres.
"Fasilitas maupun program yoga bisa menjadi pilihan," bunyi riset tersebut.
Pada urutan berikutnya, perusahaan pun bisa menyiapkan psikolog atau terapis apabila pekerja kantoran bersua dengan masalah untuk berkomunikasi.
Lanjut, paket dan program diet dan konsumsi makanan sehat untuk pekerja kantoran atau pejuang kantoran bisa menjadi alternatif.
Berturut-turut, perusahaan boleh juga menyiapkan ruangan fitnes serta acara rekreasi bersama di luar kantor.
"Penting juga, perusahaan memberi penegasan agar pejuang kantoran tak diperkenankan merokok," bunyi riset itu.
Sebelumnya, riset terkini itu pun menyebut ada 7 hal yang biasanya bikin pekerja kantoran atau pejuang kantoran stres.
"Jadwal giliran kerja atau shift bisa membuat pekerja kantoran stres," kata penelitian yang dipublikasikan di laman theguardian.com baru-baru ini.
Jeffrey Pfeffer, peneliti asal Stanford University California Amerika Serikat yang melakukan riset itu juga menyebut 6 hal lain yang membuat pekerja kantoran stres, di samping jadwal giliran kerja tadi.
Pada tahap selanjutnya, panjangnya jam kerja juga menjadi sandungan stres bagi pekerja kantoran.
Seterusnya, ketidaknyamanan kerja juga masuk dalam hal yang patut dicermati sebagai penyebab pejuang kantoran stres.
"Pekerja kantoran juga acap berhadapan dengan konflik antara pekerjaan dan hidup yang dijalani," tutur Jeffrey Pfeffer.
Jeffrey Pfeffer juga melanjutkan bahwa kontrol yang yang rendah terhadap pekerjaan juga memicu pekerja kantoran stres.
"Pemimpin pekerjaan penting untuk meningkatkan kontrol atas pekerjaan tersebut," ucap Jeffrey Pfeffer.