Kalau kamu menyampaikan alasan mengapa kamu sangat cocok untuk pekerjaan itu, dan mengungkapkan alasan mengapa kamu sangat tertarik dengan posisi tersebut, kamu bisa meninggalkan kesan yang kuat pada rekruter.
Rekruter pasti berhubungan dengan banyak kandidat sekaligus, jadi bekerja lebih keras untuk mempromosikan diri kamu sebagai kandidat terbaik mungkin akan membuahkan hasil.
Baca Juga: Pssst... Ini Rahasia yang Tidak Perlu Kamu Sampaikan saat Wawancara Kerja!
Lamar pekerjaan yang memang kamu kuasai
Kalau kamu melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan kriteria kamu, tetapi kamu tetap berhasil mendapatkan undangan wawancara, kemungkinan besar kamu akan di-ghosting rekruter setelah mereka menyadari bahwa kamu bukan orang yang cocok.
Jadi, jika kamu orang yang mudah kecewa jika mengalami penolakan dengan cara di-ghosting, lebih baik hindari melamar pekerjaan yang di luar kualifikasi kamu.
Jangan biasakan overthinking
Cara mencegah di-ghosting rekruter yang terakhir adalah, selalu ingat bahwa recruiter ghosting bisa terjadi karena berbagai alasan yang tidak selalu mencerminkan diri kamu.
Maka, biasakan untuk tidak overthinking kalau kamu menjadi korban ghosting. Siapkan diri kamu bahwa kemungkinan di-ghosting bisa terjadi.
Baca Juga: Lowongan Kerja Corporate Executive ASEAN di Malaysia Airlines untuk Mendukung Corporate Sales
Namun, pikirkan juga bahwa kamu tidak akan di-ghosting ketika menemukan pekerjaan yang memang diperuntukkan buat kamu. Jadi, jangan menyerah.
Sebaliknya, kalau kamu seorang perekrut, ingatlah bahwa kandidat juga manusia seperti kamu. Perlakukan mereka dengan cara yang sama seperti kamu ingin diperlakukan.
Menghindar bukan perilaku yang adil, jadi cobalah untuk mempraktikkan komunikasi yang konsisten dan selalu menjaga kandidat tetap terinformasi.