Tanyakan pada diri sendiri apakah kritik tersebut benar-benar tidak bisa dibenarkan atau hanya menyinggung perasaan kamu.
Tentukan cara menyampaikannya
Bertemu dengan atasan akan memberikan kesempatan untuk berbagi sudut pandang dengan lebih jelas. Semakin kamu mengenal atasan, semakin efektif kamu bisa berkomunikasi.
Baca Juga: Survei: Bos Perempuan di Perusahaan-perusahaan Besar Makin Banyak, tapi...
Namun, tidak semua atasan menyukai jenis komunikasi yang sama. Sebagai contoh, ada atasan yang lebih suka komunikasi verbal, jadi pertemuan tatap muka lebih masuk akal.
Dalam situasi lain, atasan mungkin terlalu sibuk dengan aktivitas di luar kantor, sehingga lebih suka menerima email yang bisa dibaca di waktu luang.
Ikuti protokol tempat kerja
Kalau si bos sudah setuju untuk bertemu, jangan langsung nyelonong masuk ke kantornya untuk bertemu saat itu juga. Hal itu akan mengganggu alur kerja mereka, dan membuat suasana pertemuan menjadi negatif.
Ikuti protokol tempat kerja kamu untuk menjadwalkan pertemuan.
Baca Juga: Penelitian Sebut Pegang Uang Cash Bisa Hilangkan Rasa Sakit
Ajukan pertanyaan dan pahami sudut pandang atasan
Kalau kamu bingung dengan umpan balik dari atasan, jangan takut untuk meminta penjelasan tambahan tentang kinerja kamu. Jika kritik mereka tidak jelas, mintalah ia memberikan contoh spesifik yang mendukung pernyataannya.
Selama proses ini, kamu mungkin akan menemukan bahwa evaluasi atasan ada benarnya. Kalau memang begitu, akui bahwa ada beberapa aspek dari kinerja kamu yang perlu ditingkatkan.
Berikan bukti-bukti pendukung
Meskipun awalnya tujuan kamu adalah untuk menyanggah umpan balik negatif dari atasan, siapkan rencana kamu untuk memperbaiki diri, lalu kemukakan masalah yang kamu rasa tidak akurat.