Berikan bukti-bukti yang mendukung keberatanmu, bukan hanya berdasar pada perasaan atau emosi kamu saja. Misalnya, bahwa kamu memang selalu memenuhi tenggat waktu, kalau atasan mengatakan bahwa manajemen waktu kamu buruk.
Dengan sanggahan yang beralasan, disertai bukti-bukti yang cukup, atasan mungkin bersedia mengubah bagian dari hasil asesmen karyawan milik kamu.
Baca Juga: Joko Anwar Soal Gua Juliana Bengkok di Siksa Kubur: Lokasi Syuting Harus Bikin Bulu Kuduk Berdiri!
Diskusikan rencana kamu ke depannya
Setelah kamu berdua sepakat untuk memperbaiki apapun hasil penilaian kinerja tadi, beritahu atasan bagaimana kamu berencana untuk meningkatkan kinerja dan perilaku kamu ke depannya.
Fokuskan rencana kamu pada bagian ini. Berikan langkah-langkah atau contoh spesifik untuk menunjukkan bahwa kamu berkomitmen untuk mengoptimalkan kinerja kamu di masa depan.
Itulah cara menanggapi hasil penilaian kinerja karyawan yang tidak memuaskan. Dengan adanya bukti-bukti yang disertai rencana perbaikan, baik kamu maupun atasan akan puas dengan hasilnya.
Artikel Terkait
Usai Konser Ed Sheeran, Kini Giliran Band Rock Lany Bakal Konser di Jakarta
Media Asing Soroti Paparan Prabowo Soal Pertumbuhan Ekonomi dan Transisi dari Pemerintahan Jokowi
Buntut Boikot Akibat Perang Israel-Hamas, Starbucks Timur Tengah PHK 2.000 Karyawan
11 dari 21 Penyakit Tropis Terabaikan ada di Indonesia
Mau Dapat Cuan Dari Side Job Berujung Buntung: Awas Modus Penipuan Bisnis Affiliate
4 Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur dalam Islam
7 Alasan Terbaik untuk Resign dan Tidak Mungkin Ditolak Atasan (Plus Cara Memberitahu Atasan)