Menurut Dianna, cara kamu membalas email penolakan dari rekruter tersebut akan menunjukkan kedewasaan dan profesionalisme kamu, dan bahwa kamu memang benar-benar ingin bekerja di perusahaan tersebut.
Saat kamu berniat membalas email penolakan dari rekruter, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan:
Baca Juga: Belum Pernah Jadi Santri atau Nikah Muda, Fadi Alaydrus Pun Diskusi dengan Ayahnya Sendiri
1. Tanggapi dengan segera. Seperti semua ucapan terima kasih lainnya, kamu harus mengirimkannya dengan cepat. Tidak masalah jika kamu kecewa karena tidak mendapatkan pekerjaan, tetapi jangan biarkan hal itu membuat kamu menunda terlalu lama.
2. Ucapan terima kasih. Proses wawancara membutuhkan waktu dan usaha, dan banyak sekali koordinasi. Meskipun kamu tidak mendapatkan pekerjaan ini, pastikan kamu berterima kasih atas kesempatan wawancara, apa yang mereka ceritakan kepada kamu tentang perusahaan dan posisi yang ditawarkan, dan kesempatan untuk bertemu dengan tim.
3. Biarkan pintu tetap terbuka. Mengulangi ketertarikan kamu pada perusahaan dan meminta mereka untuk mengingatmu jika ada lowongan lagi di masa depan bukan menunjukkan kalau kamu desperate banget. Hal itu menunjukkan ketertarikanmu, yang akan membuat pintu tetap terbuka.
Apakah kamu berharap rekruter atau perusahaan akan memberikan umpan balik?
Baca Juga: Alasan Pemerintah Memberikan THR dan Gaji Ke-13 bagi ASN, Berikut Berbagai Tunjangannya
Kalau kamu merasa perusahaan perlu memberikannya, tanyakan saja. Namun, rekruter umumnya dilatih untuk berhati-hati dalam memberikan umpan balik. Mereka harus selektif terhadap informasi yang mereka berikan pada kandidat.
Itu sebabnya mereka menulis dalam rejection email mereka: "Sayangnya, kami memutuskan untuk melanjutkan dengan kandidat lain yang lebih berpengalaman."
Itu hanya cara untuk memperhalus penolakan. Ibarat ketika pacar minta putus lalu mengatakan, "Bukan kamu, tapi saya". Paham, kan?