PejuangKantoran.com - Saat kamu siap untuk berganti karir, sebaiknya pikirkan tentang transferable skills atau keterampilan yang bisa dialihkan.
Keterampilan ini mengacu pada pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan yang kamu bawa dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain.
Sebagai contoh, kemampuan untuk mengomunikasikan ide dengan jelas kepada orang lain, memecahkan masalah yang tidak terduga, atau bekerja dengan baik dalam tim adalah contoh-contoh transferable skills.
Baca Juga: Transferable Skills, Keterampilan yang Bisa Jadi Andalan Meskipun Belum Punya Pengalaman Kerja
Meskipun keterampilan teknis memungkinkan kamu untuk menyelesaikan tugas-tugas teknis tertentu, seperti coding dengan Python atau membuat wireframe untuk desain UX, transferable skills berkontribusi pada efektivitas kamu secara keseluruhan.
Itu sebabnya, pemberi kerja sangat menghargai kandidat yang memiliki keterampilan ini, karena menunjukkan kemampuan kamu untuk beradaptasi dengan lanskap bisnis yang terus berkembang.
Bagaimana cara menampilkan transferable skills pada pemberi kerja?
Kalau kamu tidak yakin keterampilan mana yang harus kamu sertakan untuk posisi tertentu dalam lowongan kerja, periksa deskripsi pekerjaan. Umumnya perusahaan secara eksplisit menyatakan kriteria mereka, dan sebagian besar terdiri atas soft skill.
Baca Juga: Cara Mengidentifikasi Transferable Skills buat yang Belum Mampu Mengenali Keterampilan Diri Sendiri
Ingat: selalu lengkapi keahlian yang kamu sebutkan itu dengan contoh-contoh kehidupan nyata (dan, jika mungkin, hasilnya).
Di dalam CV
Kamu bisa mencantumkan keterampilan ini di bagian “Skills”, dalam ringkasan profesional di bagian atas dokumen, atau dalam deskripsi pengalaman kerja kamu.
Pilihlah keterampilan yang dibutuhkan atau bagaimana hal itu bisa menguntungkan perusahaan. Misalnya, cantumkan keterampilan kepemimpinan kamu dalam posisi manajemen.
Baca Juga: 7 Pertanyaan saat Exit Interview yang Mungkin Harus Kamu Jawab secara Detail
Kamu juga bisa berpegang pada persyaratan yang dicantumkan pada deskripsi pekerjaannya. Misalnya, jika deskripsi pekerjaan untuk posisi perwakilan customer service mencantumkan komunikasi, organisasi, dan manajemen waktu, kamu juga harus merujuknya dalam CV.