PejuangKantoran.com - Compliance atau Kepatuhan adalah tindakan mematuhi seperangkat aturan, seperti hukum, standar, kode, dan kebijakan.
Pemerintah pusat, provinsi, dan kota biasanya menetapkan aturan-aturan ini untuk memastikan semua organisasi di dalam suatu kota, provinsi, atau negara menjalankan kegiatan bisnis mereka secara legal.
Perusahaan juga dapat menetapkan aturan dan standar untuk memastikan bahwa karyawan mereka melakukan kegiatan mereka sesuai dengan parameter dan pedoman tertentu.
Pemerintah dan perusahaan dapat menegakkan aturan-aturan ini melalui badan pengawas, yang merupakan lembaga atau departemen yang memantau setiap kegiatan bisnis dan menilai bagaimana pengusaha dan karyawan mengikuti aturan yang ditetapkan.
Divisi Compliance dalam industri perbankan, misalnya, berarti melindungi informasi pribadi, tabungan, dan investasi nasabah.
Saat kamu membuka rekening, bank mengikuti langkah-langkah khusus untuk mengonfirmasi informasi pribadi kamu untuk menghindari penipuan atau dana yang dihasilkan dari aktivitas ilegal.
Baca Juga: Mau Mudik? Ini Cara Mengatur Uang THR Biar Nggak Mendadak Kere PascaLebaran
Bank juga mengikuti beberapa prosedur saat nasabah berinvestasi melalui mereka, karena mereka bertanggung jawab untuk memberi saran terbaik dan paling realistis bagi nasabah.
Mengapa perusahaan perlu memiliki Divisi Compliance
Berikut adalah lima alasan mengapa Divisi Compliance sangat penting bagi bisnis apa pun:
1. Meningkatkan pendapatan bisnis
Baca Juga: Darurat Etiket di Tempat Kerja, Karyawan Muda Jangan Hanya Mementingkan Hard Skill!
Perusahaan yang mematuhi peraturan negara dan provinsi biasanya lebih kompetitif dibandingkan yang tidak mematuhi peraturan tersebut. Sebab, mereka dapat menawarkan produk mereka melalui pasar mana pun tanpa batasan hukum.
Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan bisnis, meningkatkan reputasi, menghindari publisitas yang merugikan, dan memperluas basis pelanggannya.