PejuangKantoran.com - Harga yang murah di toko online atau e-commerce membuat konsumen cenderung berbelanja secara impulsif.
Padahal, banyak toko online yang melakukan trik marketing tertentu yang membuat kita berbelanja lebih banyak tanpa rencana.
Keputusan kamu untuk membeli kemungkinan besar dipicu oleh pesan bahwa item tersebut adalah stok terakhir, atau iming-iming free ongkir jika kamu melakukan pembelanjaan senilai tertentu.
Baca Juga: 7 Cara Setting iPhone Kamu Agar Kerja Jadi Lebih Produktif
Retailer online biasanya menggunakan taktik tersebut untuk mendorong konsumen berbelanja saat itu juga, dan dalam jumlah banyak, jelas Lennart Baardman, Assistant Professor Of Technology And Operations di University of Michigan Ross School of Business.
Salah satu cara pengecer meningkatkan permintaan adalah menarik emosi pembeli melalui diskon atau pesan “stok terakhir”. Hal itu menciptakan rasa urgensi yang mendorong kamu untuk langsung membeli.
“Itu adalah persepsi nilai. Jika mereka merasa hanya ada sedikit (barang) yang tersisa, maka ada eksklusivitas bahwa mereka mendapatkan sesuatu yang istimewa,” kata Gary Reichmuth, Associate Professor Of Instruction In Executive Education di Naveen Jindal School of Management, University of Texas at Dallas.
Jika produk banyak yang habis, berarti sudah banyak orang yang membelinya dan barangnya pasti bagus, tambahnya.
Jadi, kalau kamu cenderung membeli barang yang tidak kamu perlukan, kamu perlu tahu trik toko online mendesak pembeli untuk berbelanja secara impulsif:
Baca Juga: Begini Sinopsis Film Malam Pencabut Nyawa yang Dipresentasikan di Cannes Film Market
Sale dan diskon
Lebih dari 80% konsumen mengatakan, mereka cenderung membeli sesuatu jika ada kupon atau diskon, begitu menurut survei Wildfire Systems tahun 2022.
Menawarkan diskon untuk pembelanjaan, atau free ongkir untuk pembelanjaan yang melebihi jumlah tertentu, bisa membantu pengecer menjual lebih banyak barang dengan cepat, jelas Baardman.
Meskipun penawaran ini mungkin mahal bagi pengecer, perusahaan biasanya tetap diuntungkan kalau orang membeli lebih banyak barang yang didiskon.
“Ini mengatasi hilangnya pendapatan dari diskon itu sendiri,” katanya.