PejuangKantoran.com - Memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan yang baru saja kamu mulai terkadang memang terasa berat. Kamu masih berpikir apakah kamu membuat keputusan yang tepat untuk berhenti bekerja.
Namun jika keputusanmu sudah bulat, lakukan seanggun mungkin. Karena meskipun kamu sudah memberikan alasan resign yang masuk akal, berhenti pada bulan-bulan pertama atau di masa probation tetap akan membuat atasan dan tim kamu terkejut.
Untuk meminimalkan dampaknya terhadap perusahaan, diri kamu sendiri, dan reputasi kamu, pahami cara berhenti dari pekerjaan baru yang masa probation-nya masih kamu jalani:
Baca Juga: 5 Alasan Resign dari Pekerjaan Baru Jika Merasa Tidak Cocok Sejak di Masa Percobaan
1. Tentukan kapan kamu ingin berhenti
Kalau kamu ingin pindah kerja atau sudah mempunyai pekerjaan lain, kamu mungkin ingin keluar sesegera mungkin. Jika kamu tidak berniat keluar secepatnya, luangkan waktu untuk memutuskan kapan kamu akan berhenti.
Tergantung pada situasi keuanganmu, mungkin lebih baik menunggu sampai kamu mendapatkan pekerjaan baru atau sampai akhir bulan untuk menerima gaji penuh sebelum berhenti.
2. Pikirkan tentang tujuan karirmu
Kamu tidak berhasil melalui pekerjaan barumu, jadi sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengambil risiko melakukan hal itu lagi.
Sebelum mulai mencari pekerjaan atau menyusun surat pengunduran diri, pikirkan tujuan karir kamu. Jika peran ini tidak cocok untuk kmu, seperti apa pekerjaan ideal kamu?
Baca Juga: Apa Itu Tapera yang Bikin Gaji Pegawai Kantoran Dipotong (Lagi) 3 Persen?
Jika kamu tidak cocok dengan budaya perusahaannya, lingkungan kerja seperti apa yang kamu cari?
3. Mulai mencari pekerjaan dan membangun jejaring
Saatnya untuk mulai menyusun rencana keluar kamu. Jika kamu tidak memiliki pekerjaan lain dan berhenti sekarang juga akan sulit secara finansial, mulailah mencari pekerjaan saat masih bekerja.
Perbarui resume dan profil Linkedin kamu, lalu mulailah menjangkau jejaring kamu untuk memberi tahu mereka bahwa kamu sedang mencari peluang baru.