PejuangKantoran.com - Di era AI ini, para profesional harus mengembangkan skills baru untuk memajukan karier. Untuk itu, semua orang harus bisa belajar.
Namun, penelitian terbaru dari LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, menunjukkan bahwa mereka menghadapi hambatan dalam proses belajar.
Meskipun 79% profesional di Indonesia mengatakan bahwa perusahaan mereka sudah cukup baik dalam menciptakan budaya belajar, temuan menunjukkan bahwa 92% mengalami kesulitan untuk memprioritaskan pembelajaran karena komitmen kerja dan keluarga.
Hambatan utama yang dihadapi termasuk kurangnya waktu akibat jadwal kerja yang padat (33%), tanggung jawab keluarga atau komitmen pribadi lainnya (31%), dan kurangnya motivasi atau disiplin untuk menyisihkan waktu (27%).
Baca Juga: Soal Budaya Perusahaan, dan Pertanyaan Lain yang Perlu Dihindari di Akhir Wawancara Kerja
Para profesional melakukan ‘Loud Learning’ untuk mengatasi hambatan dalam meningkatkan skills. ‘Loud Learning’, yang menyuarakan ambisi belajar di tempat kerja, telah muncul sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengatasi masalah ini.
Sekitar 83% profesional di Indonesia mengatakan bahwa praktik ini dapat membantu mereka meluangkan waktu untuk meningkatkan skills.
Data profesional di Indonesia yang mempercayakan ‘Loud Learning’ untuk bisa membantu mengembangkan skill mereka.
Terdapat tiga cara utama yang digunakan oleh para profesional di Indonesia dalam Loud Learning, yaitu:
1. berbagi pembelajaran dengan rekan tim (47%),
2. membagikan perjalanan pembelajaran atau pencapaian mereka di LinkedIn (40%), dan
3. memberitahu anggota tim tentang waktu belajar mereka (39%). Tercatat, 72% dari para profesional di Indonesia sudah terlibat dalam Loud Learning.
Baca Juga: Buntut Insiden HRD Berteriak “Sampah”, Benarkah ZIK Dipecat dan IMD Malah Diterima Bekerja?
Sekitar 81% dari para profesional di Indonesia mengatakan bahwa mereka termotivasi untuk terlibat dala