• Jika dijalankan dengan benar, PIP dapat membantu karyawan merasa lebih termotivasi dan produktif di tempat kerja, serta bertanggung jawab atas kemajuan mereka.
• Rencana Peningkatan Kinerja yang berhasil juga bisa menghasilkan pekerjaan yang berkelanjutan, kenaikan gaji atau promosi.
Baca Juga: Celine Dion Comeback di Opening Olimpiade Paris 2024: Dedikasi dan Gaun Payet 1.000 Jam
Kerugian Performance Improvement Plan
Meskipun PIP ditujukan untuk meningkatkan kinerja karyawan, percakapan tentang kinerja yang buruk bisa jadi sensitif. Beberapa karyawan mungkin menganggap PIP sebagai pertanda pemecatan.
Maka program ini bisa menimbulkan beberapa kerugian seperti:
• PIP bisa mengalihkan perhatian karyawan dari tugas rutin, karena karyawan mungkin hanya fokus pada isu-isu yang disebutkan dalam PIP dan mengabaikan pekerjaan mereka sehari-hari.
• Beberapa karyawan mungkin merasa kehilangan motivasi atau stres yang tidak semestinya karena PIP. Hal ini dapat menyebabkan percakapan yang sulit, yang tidak semua manajer siap untuk menanganinya.
• Banyak karyawan melihatnya sebagai pertanda pemecatan, sehingga menyita banyak waktu dan upaya dari profesional SDM, karyawan, dan manajer mereka.
• Tergantung pada pelatihan, pendampingan atau kebutuhan lainnya, PIP juga dapat menuntut waktu dan sumber daya perusahaan.
• Jika seorang karyawan tidak mampu meningkatkan kinerjanya sesuai standar PIP, perusahaan mungkin merasa perlu memberhentikannya dari perusahaan, atau menyampaikan bahwa peran mereka mungkin tidak sesuai lagi.
Baca Juga: 32 Atlet Breakdance akan Bertanding di Cabang Olahraga Dance Sport di Olimpiade Paris 2024
Dengan demikian bisa disimpulkan, Performance Improvement Plan bisa menjadi efektif tetapi juga tidak selalu menjadi solusi terbaik bagi karyawan berkinerja buruk.
Melacak kinerja karyawan dari waktu ke waktu bisa membantu menentukan kapan dan mengapa kinerja karyawan tidak juga membaik.
Saat itulah perusahaan harus mulai berkomunikasi secara terbuka dan jelas mengenai nasib karyawan selanjutnya.