Studi “Brain Connections that Disadvantage Night Owls Revealed“ oleh University of Birmingham tahun 2019 menemukan bahwa night owl dan morning person memiliki perbedaan mendasar dalam fungsi otak.
Para peneliti mempelajari fungsi otak dan kemampuan kognitif dari 38 individu yang diidentifikasi sebagai night owl atau morning person karena ritme fisiologis mereka (melatonin dan kortisol).
Para relawan menjalani pemindaian MRI dan serangkaian tugas pada waktu yang berbeda sepanjang hari, dari pukul 08.00 hingga pukul 20.00.
Hasilnya, konektivitas otak di wilayah yang bertanggung jawab untuk rasa kantuk yang lebih rendah pada orang yang suka begadang, terganggu sepanjang hari, antara pukul 08.00 hingga pukul 20.00.
Jadi bisa dibilang, orang yang suka begadang akan merasakan kerugian ketika dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan jam kerja pada umumnya.
Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat harus lebih sadar akan jam internal seseorang karena hal itu memengaruhi produktivitas dan kesehatan mereka secara keseluruhan.
Bagaimana gaya hidup memengaruhi produktivitas di malam hari
Selain gen dan senyawa kimia dalam otak, sifat kepribadian juga menyebabkan ada orang yang lebih produktif di malam hari. Satu hal yang pasti: orang introvert cenderung bekerja lebih baik di malam hari.
Alasannya sederhana, mereka terlalu terstimulasi oleh kebisingan dan bersosialisasi (yang dipaksakan) pada pagi dan siang hari.
Akibatnya, mereka menikmati kedamaian dan ketenangan yang dibawa malam hari, yang memungkinkan fokus dan kreativitas yang lebih baik.
Nah, kalau kamu seorang introvert, jangan merasa aneh kalau kamu merasa lebih produktif di malam hari. Orang introvert mengisi ulang tenaga dengan mendapatkan kesunyian mental.
Bagi yang punya pasangan introvert, jangan ganggu jika ia membuka laptop pada malam hari untuk melakukan riset dan membaca. Hindari memberikan pertanyaan, komentar, interupsi, atau suara keras yang tidak perlu.