PejuangKantoran.com - Kita selalu diingatkan untuk tidak hidup seperti pepatah “Lebih besar pasak daripada tiang” alias lebih besar pengeluaran daripada pemasukan.
Namun, saat ini banyak orang yang menjalani kehidupan dengan cara sebaliknya. Gaya hidup mereka ternyata jauh di bawah kemampuan finansialnya.
Hal ini memberi kesan hemat, tetapi cara hidup seperti ini bisa menjadi masalah ketika kamu sudah menghasilkan uang, tetapi tidak menikmati hidup.
Baca Juga: Fundamental Kinerja Bisnis Yang Kuat Mendorong BRI Cetak Laba Rp45,36 Triliun!
Terlalu hemat juga bisa merupakan respons stres karena kamu pernah mengalami masa-masa sulit keuangan di masa lalu.
Tidak merasa mengalaminya? Coba cek dua tanda kamu terlalu hemat berikut ini:
1. Pengeluaran terbesar adalah tabungan
Coba lihat anggaran keuangan kamu. Jika sebagian besar uang yang kamu habiskan adalah untuk investasi atau tabungan, maka ini tanda kamu hidup jauh di bawah kemampuan.
Menabung tentu saja kebiasaan yang bagus, tetapi aturan praktis dalam mengelola keuangan adalah menabung 20% dari penghasilan.
Kamu boleh-boleh saja menggunakan 50% dari penghasilan kamu untuk hal-hal yang dibutuhkan, seperti membayar tagihan atau cicilan rumah, asuransi, biaya operasional harian, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Dos and Don'ts yang Tidak Tertulis di Kantor, Kamu Sebaiknya Tahu Etiket Kantor Ini!
Lalu 30% untuk hal-hal yang kamu inginkan, misalnya liburan, membeli barang mewah, dan sebagainya. Barulah yang 20% digunakan untuk tabungan dan investasi.
Namun, jika 50% atau lebih dari penghasilan kamu digunakan untuk menabung, bisa dibilang kamu tidak atau belum menikmati hidup.
2. Punya uang untuk memanjakan diri, tetapi tak pernah digunakan
Kamu sebenarnya ingin membeli pakaian, gadget, perhiasan, tas branded, atau jam tangan baru yang sudah lama diincar. Kamu juga punya uang untuk membelinya, bahkan lebih dari cukup.