kubikel

6 Soft Skill yang Dibutuhkan untuk Jadi Auditor, Ternyata Nggak Cuma Kepekaan dengan Angka!

Senin, 9 Desember 2024 | 07:42 WIB
Ilustrasi: Untuk menjadi auditor, kamu butuh berbagai soft skill. Di antaranya, customer relationship management (CRM). (Freepik/Way Home Studio)

PejuangKantoran.com - Untuk menjadi auditor yang baik, kamu perlu membekali diri dengan berbagai keterampilan teknis yang mumpuni. Namun, jangan lupa juga melengkapi diri dengan soft skill.

Ini akan membantu kamu berkomunikasi dan bekerja secara efektif dengan orang lain, serta membantu beradaptasi dengan situasi baru, memecahkan masalah, mengatasi tantangan, tetap terorganisir, dan membangun hubungan baik.

Berikut adalah beberapa soft skill yang harus dimiliki auditor:

Baca Juga: Contoh Jawaban Pertanyaan Wawancara yang Menilai Keterampilan Berpikir Kritis Kamu

1. Berpikir kritis

Berpikir kritis berarti mampu melihat segala sesuatu dengan cara yang rasional dan logis. Keterampilan ini memberi kamu kemampuan untuk menganalisis informasi, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan mengevaluasi data untuk membuat penilaian.

Sebenarnya, inilah yang pada dasarnya dilakukan oleh para auditor, yaitu berpikir kritis terhadap informasi dan data yang diberikan agar dapat menemukan kesalahan atau potensi kecurangan dan membuat rekomendasi.

2. Kemampuan komunikasi

Baik secara tertulis maupun verbal, kemampuan komunikasi yang kuat penting bagi setiap auditor.

Kamu membutuhkan kemampuan komunikasi tertulis untuk membantu mendokumentasikan temuan dengan jelas dan ringkas dalam laporan.

Baca Juga: Beda Analytical Thinking dan Critical Thinking, Dua Skill yang Dibutuhkan untuk Mengambil Keputusan

Lalu, keterampilan komunikasi digunakan untuk mempresentasikan temuan audit yang kompleks kepada klien dan pemangku kepentingan dengan cara yang profesional dan mudah dipahami.

Mengasah kemampuan komunikasi juga akan membantu kamu meningkatkan kemampuan mendengarkan dan membantu lebih memahami kebutuhan klien.

3. Attention to detail

Sebagai auditor, kamu akan membutuhkan ketajaman yang tinggi terhadap detail untuk dapat menemukan kesalahan kecil dan ketidakkonsistenan dalam catatan keuangan.

Halaman:

Tags

Terkini