Pejuangkantoran.com - Jika kamu dan atasan memiliki hubungan yang cukup dekat, ini berarti kamu bisa meminta izin untuk tidak masuk kerja lewat chat.
Apalagi jika kamu tidak masuk karena sakit yang tiba-tiba diderita atau anggota keluarga yang mendadak perlu berobat.
Apa yang harus diperhatikan?
Meski mengirim chat untuk meminta izin tidak masuk kerja wajar dilakukan, tetapi pastikan kamu tidak lepas tanggung jawabbegitu saja terhadap tugas-tugasmu.
Pertimbangkan untuk menghubungi rekan kerja lain yang memahami pekerjaan kamu untuk mengetahui apakah mereka bisa untuk sementara menjadi pengganti.
Berikut adalah beberapa contohnya.
- Contoh chat izin sakit
“Hai [Nama Manajer], maaf saya menghubungi mendadak. Saya tiba-tiba nggak enak badan dan izin untuk nggak masuk kerja besok. Saya nggak punya deadline yang mendesak.
Tapi saya akan kirim email pemberitahuan ke orang-orang yang berhubungan dengan saya. Semoga lusa saya bisa mulai kerja lagi, ya. Terima kasih atas pengertiannya!”
Chat ini juga bisa dikirim jika kamu ingin sedang ada program mengatasi masalah kesehatan mental. Namun, kamu tidak perlu menjelaskan hal tersebut dan cukup jelaskan bahwa kamu ingin mengambil cuti sakit.
Baca Juga: Bisakah Karyawan Izin Sakit tanpa Surat Dokter, dan Pilih Istirahat di Rumah Saja?
- Contoh chat izin saat ada urusan keluarga mendadak
“Hai [Nama Manajer], saya izin meminta cuti hari ini karena harus mengurus urusan keluarga mendadak yang darurat. Untuk presentasi hari ini, saya sudah minta tolong ke [Nama rekan kerja] untuk jadi pembicaranya.
Semua ada di file bersama dan saya juga sudah telah memberikan pengarahan kepada [Nama rekan kerja] tentang informasi tambahan yang diperlukan. Dia akan memberitahu saya tentang hasilnya setelah saya kembali.
Tapi, kalau dirasa lebih baik untuk menjadwalkan ulang presentasi, saya akan menyampaikannya ke yang lain. Terima kasih atas pengertiannya.”